Berita Utama
Kamis, 11 Januari 2007, 12:38:56 WIB
Presiden akan Hadiri KTT ke XII ASEAN
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menghadiri KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) ke XII di Cebu, Filipina, yang berlangsung dari tanggal 12 s/d 13 Januari. Presiden didampingi Ibu Negara dan rombongan akan bertolak ke Cebu hari Jumat (12/1), kata Jubir Presiden, Dino Patti Djalal kepada wartawan di Kantor Kepresidenan, Kamis (11/1) siang. Di Cebu Presiden juga akan mengikuti pertemuan lainnya yang diselenggarakan bersamaan dengan KTT tersebut. KTT ke XII ini semula direncanakan pertengahan bulan Desember lalu, tetapi pelaksanaan ditunda karena alasan adanya ancaman badai yang melanda Filipina.Menurut Dino, KTT ASEAN kali ini memiliki arti khusus, karena akan membahas rencana pembentukan piagam ASEAN Charter yang direncanakan mulai dari tahun lalu melalui ASEAN Power Grid (APG), yang ketika itu Indonesia diwakili Ali Alatas. Tujuan APG adalah untuk merumuskan prinsip-prinsip dan ide-ide yang berkaitan dengan ASEAN Charter.
"Presiden SBY dan rombongan juga akan menghadiri KTT-BIMP EAGA (Brunei Indonesia Malaysia Philippines East Asia Growth Area) pada tanggal 12 Januari serta menghadiri KTT-IMGTG (Indonesia Malaysia Thailand Growth Triangle) dan melakukan penandatanganan IMTGT Roadmap for Development," ujar Dino. Setelah itu, Presiden akan melakukan pertemuan dengan kepala negara-negara ASEAN untuk membahas ASEAN Power Grid.
Kemudian, tambah Dino, pada hari kedua yaitu tanggal 13 Januari selama seharian akan diadakan working lunch, dialog dengan ASEAN Aadvisory Council, dan penandatanganan dokumen hasil KTT ASEAN, Cebu Declaration Towards a Caring and Sharing Community, Cebu Declaration on the Blueprint for ASEAN Charter, Cebu Declaration on the Protection and Promotion of the Right of Migrant Workers, ASEAN Convention on Declaration and Counter Terrorism, dan yang terakhir, Cebu Declaration on the Acceleration of the Establishment of ASEAN Community.
Presiden memutuskan untuk menghadiri KTT ke XII ini, tetapi tidak menghadiri seluruh kegiatan agar dapat segera kembali ke tanah air untuk segera menangani berbagai masalah termasuk masalah yang berkaitan dengan musibah kecelakaan KM Senopati Nusantara dan AdamAir. Sebab hal-hal ini memerlukan perhatian Presiden secara penuh," kata Dino Patti Djalal. (mit)



