Berita Utama
Jumat, 12 Januari 2007, 17:16:07 WIB
Di Cebu, Filipina
Presiden SBY Hadiri KTT BIMP-EAGA dan KTT IMT-GT
Presiden SBY bersama Sultan Brunei Hasanal Bolkiah, PM Malaysia Abdullah Badawi dan Presiden Filipina Gloria Arroyo, sebelum KTT- BIMP, Jumat (12/1) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Pada pertemuan ini Presiden menyaksikan penandatanganan dokumen Memorandum of Understanding ( MoU ) on the expansion on air linkages. Yaitu nota kesepakatan hubungan udara antar keempat negara untuk bebas memasuki pelabuhan udara yang ditunjuk, dan berhak mengambil penumpang untuk dibawa ke tempat tujuan tanpa kembali ke tempat keberangkatan. Menlu Hassan Wirajuda akan menandatangani MoU ini mewakili Menteri Perhubungan yang berhalangan hadir.
Saat ini ada tiga maskapai penerbangan Indonesia yang menerbangi BIMP EAGA, yaitu Batavia Air yang menerbangi rute Pontianak – Kuching sebanyak 3 kali semingu, kemudian Merpati Airline dengan rute Manado - Davao (Filipina ) sekali seminggu, serta Sriwidjaja Air yang menerbangi rute Gorontalo – Manado – Davao 2 kali seminggu. Batavia Air merencanakan untuk melakukan ekspansi di rute Pontianak – Kuching – Bandar Seri Begawan.
Agenda berikutnya yang dihadiri Presiden adalah KTT Indonesia - Malaysia - Thailand Growth Triangle ( IMT –GT ) ke-2, yang juga dilaksanakan di tempat yang sama. Pada KTT ini dilakukan penandatanganan MoU IMT –GT Roadmap Development for Development 2007 – 2011. Untuk Indonesia penandatanganan dilakukan oleh Menteri Perekonomian Boediono.
Pada forum KTT IMT GT ini Presiden SBY yang menjabat sebagai ketua dalam sambuatnnya antara lain mengatakan, roadmap atrau peta jalan yang ditandatangani akan menjadi strategi yang sangat baik nilainya, dengan lebih difokuskannya tujuan dan sasaran dari kerjasama di Growth Triangle ini. “ Ini akan menyediakan petunjuk dan rekomendasi yang konkret untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemakmuran masyarakat di sub wilayah dan mendukung inisiatif untuk integrasi ASEAN “, kata Presiden dalam sambutan berbahasa Inggris.
Presiden juga mengatakan bahwa peta jalan tersebut akan membuat pemerintah negara anggota IMT-GT untuk mengidentifikasi persyaratan – persyaratan dari kerjasama dan memformulasikan secara harmonis dan komplementing untuk menciptakan lingkungan yang kondusif untuk bisnis. Itu juga akan membantu untuk memastikan keberlanjutan dalam jangka panjang, dan kekuatan Growth Triangle.
“Kami semua, termasuk para pemimpin dari negara – negara anggota, harus memberikan komitmennya tidak hanya untuk mendukung peta jalan tersebut, tapi juga untuk mengimplementasikannya dengan semangat yang tinggi, dan akan berjalan selama lima tahun yang telah dijadwalkan, “ kata Presiden SBY di hadapan delegasi ketiga negara. ( nnf )



