Berita Utama
Sabtu, 13 Januari 2007, 23:27:33 WIB
Konpers Presiden di Cebu
Transportasi Udara Murah, Aman, dan Selamat
Cebu: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sangat berharap sarana transportasi udara yang murah dengan keamanan dan keselamatan yang terjamin. Karena itulah dibentuk tim nasional yang dikukuhkan melalui Keputusan Presiden No.3 tahun 2007. Presiden mengatakan hal ini dalam keterangan pers kepada wartawan Indonesia di Hotel Shangri-La Mactan, Cebu, Filipina, Sabtu (13/1) malam.“Oleh karena itulah evaluasi sedang kita lakukan, dan nanti akan melapor kepada saya hasilnya secara menyeluruh untuk kita pedomani bersama bagaimana seluruh maskapai penerbangan, pihak pemerintah, dan semua pihak betul-betul bisa menjadi bagian dari upaya menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan, seraya mengembangkan usaha transportasi udara ini sehingga semua keuntungan bisa kita capai, aman tapi murah dan perjalanannya selamat," kata Presiden SBY.
“Satu hal yang saya ingin sampaikan, apa yang terjadi akhir-akhir ini di tanah air yang berkaitan dengan sistem dan manajemen transportasi, terutama transportasi udara dan laut. Berhubung pada tingkat ASEAN kita ingin betul mengerjakan kerjasama di bidang transportasi udara yang disebut dengan air linkages tadi, maka apa yang sedang kita lakukan di tanah air menjadi sangat penting. Itu yang kita lakukan dan itu berkaitan langsung dengan upaya kita untuk menjadi bagian dari kerjasama transportasi udara di wilayah ASEAN “ SBY menambahkan.
Presiden mengatakan bahwa data 10 tahun terakhir memperlihatkan angka kecelakaan transportasi darat, laut, dan udara pada titik yang harus dilakukan langkah-langkah sangat serius. Terutama untuk meningkatkan safety and security dari transportasi kita. Karena kalau tidak, bisa menimbulkan kecemasan bagi para pengguna jasa transportasi.
"Oleh karena itu saya sudah membentuk tim nasional dan sudah saya tuangkan dalam Keputusan Presiden, dengan tugas untuk melakukan evaluasi menyeluruh hal-hal yang berkaitan dengan keselamatan atau safety dan keamanan atau security dari transportasi kita," ujar Presiden. Setelah kita melaksanakan deregulasi, lanjutnya, setelah krisis, maka di negara kita berkembang sejumlah maskapai penerbangan yang menjalankan bisnisnya dalam konsep low cost carrier framework.
Kita sangat berterima kasih low cost carrier itu, karena dengan biaya yang tidak mahal saudara-saudara kita yang memiliki daya beli tidak tinggi bisa menggunakan jasa angkutan udara itu. Oleh karena itu low cost carrier baik bagi penggerakan sektor transportasi di negeri kita yang akhirnya juga sangat memberikan kontribusi ekonomi secara nasional, lanjut Presiden.
“Satu hal, kita berterima kasih dengan biaya tiket yang murah dari low cost carrier itu, tetapi kita ingin agar faktor keselamatan dan keamanan tetap dipelihara dalam tingkatannya yang tinggi. Banyak yang bisa kita pelajari dari low cost carrier di negara lain kaena cost structure-nya disusun sedemikian rupa. Satu sisi tiket dapat dijual murah, tapi yang namanya safety dan security tetap pada tingkatannya yang tinggi. Kita menuju ke situ dan harus bisa," tegas SBY. (nnf)



