Berita Utama
Senin, 15 Januari 2007, 11:47:13 WIB
Presiden di Gorontalo:
Pemerintah Lakukan Langkah Nyata, Bukan Wacana atau Retorika
Presiden SBY bersama Ibu Ani, Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad dan Mentan Anton Apriyantono menanam padi di Desa Pulubala, Gorontalo, hari Senin (15/1) siang. (foto:abror/presidensby.info)
Sebelumnya, dalam sambutannya, Presiden SBY mengatakan bahwa pemerintah akan terus meningkatkan dan melanjutkan bantuan untuk sektor pertanian. "Apakah bantuan itu berupa benih, pupuk, subsidi kredit dan bantuan lain, termasuk melindungi petani apabila harga beras sedang anjlok. Itulah yang saya lakukan," kata presiden.
Ditambahkan, "Selaku Presiden, saya terus memperbaharui harga patokan pembelian gabah maupun beras, agar apabila harga beras anjlok dan petani mengalami kesulitan, pemerintah bisa membantu agar anjloknya harga itu tidak memberatkan petani. Hal itu untuk membuktikan bahwa pemerintah sangat bertanggung jawab. Pemerintah melakukan langkah nyata, bukan hanya wacana atau retorika. Itu semua untuk meningkatkan pertanian kita. Meningkatkan pangan kita bersama rakyat yang memang mengerti betul persoalan yang dihadapi dalam kehidupan kita," lanjut Presiden.
"Agar ke depan kita tidak terus menerus dibayang - bayangi harus mengimpor beras, maka tahun 2007 ini, kita bertekad untuk melakukan langkah nyata di lapangan untuk meningkatkan tambahan hasil panen 2 juta ton beras. Permasalahannya sekarang, setelah pemerintah menetapkan peraturan, mengeluarkan kebijakan dan segala bantuan yang diberikan pada petani, maka tinggal apakah kita semua, saudara - saudara para petani, peneliti, pengusaha serta pemimpin di jajaran pemerintah betul - betul dengan gigih, giat dan bekerja keras untuk terus menerus meningkatkan produksi pangan kita. Karena, yang menentukan akhirnya adalah kerja keras. Kalau kita semua terus bersemangat bekerja keras, dan bukan hanya berkomentar, bukan hanya menyalahkan, saya yakin kita akan terus meningkatkan produksi pangan kita, dan akhirnya membangun ketahanan pangan dan target 2 juta ton beras akan tercapai," kata Presiden.
Menurut Presiden, masa depan kita terletak pada diri kita sendiri. "Masa depan Gorontalo terletak pada upaya pimpinan dan masyarakat Gorontalo. Untuk itu, marilah kita lanjutkan terus menerus kerja keras seperti ini agar hari esok lebih baik dari sekarang," ajak Presiden.
Sementara itu, dalam laporannya, Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad mengatakan bahwa ditunjuknya Gorontalo sebagai lokasi pencanangan gerakan peningkatan produksi beras nasional 2 juta ton merupakan sebuah program yang besar yang menunjukkan komitmen pemerintah terhadap peningkatan padi hibrida dari Gorontalo.
Fadel Muhammad menjelaskan, dari target 2 juta ton beras secara nasional yang ditetapkan pemerintah pusat, kontribusi Gorontalo untuk meingkatkan produksi itu, sebesar 5 persen. "Hal ini diharapkan bisa terwujud karena kita memiliki lahan sawah yang memiliki jaringan full irigasi, sekitar 18.000 hektar. Dan jika kita mengganti semua benih dengan benih - benih hibrida, akan terjadi peningkatan produksi sebesar 120 ribu ton, dengan produksi kita 197,6 ribu ton," ujar Fadel.
Dikatakan, Pemerintah Provinsi Gorontalo telah minta bantuan kepada pemerintah pusat, dan apabila Presiden setuju untuk memberikan bantuan penambahan 6.000 hektar lahan saja pada tahap pertama ini, sudah surplus pertambahan 20 ribu ton. "Tadi kita surplus 23.000 ton. Jika semua lahan ini kita ganti dengan benih hibrida, maka perhitungan saya, kita surplus paling tidak sampai 100 ribu ton lebih. Itu berarti kita berkontribusi 5 persen dari target nasional," jelas Fadel.
Di Gorontalo, Presiden menyerahkan bantuan benih unggul kepada 6 perwakilan petani, masing-masing Idris Aras dari Gorontalo, George Sartagone dari Kabupaten Bone Bolango, Gandi Lihawa dari Kabupaten Gorontalo, Anwar dari Gorontalo Utama, Danu dari Kabupaten Boalemo dan Peter Auludu dari Kabupaten Pohuwato.
Presiden beserta rombongan tiba di Gorontalo setelah menginap semalam di Manado, Sulut, setelah sebelumnya selama dua hari yaitu tanggal 12 dan 13 Januari mengikuti KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) ke XII negara-negara ASEAN di Cebu, Filipina. Tampak mendampingi Presiden SBY dalam kunjungannya ke Gorontalo ini antara lain Mendagri M. Ma'ruf, Mentan Anton Apriyantono, Sespri Kurdi Mustofa serta Juru Bicara Presiden Andi Mallarangeng. (win/mit)



