Berita Utama

Presiden Menerima Timnas Transportasi

Presiden SBY saat menerima Timnas EKKT yang diketuai Chappy Hakim (tengah), Kamis (18/1) siang di Kantor Kepresidenan. (foto: muchlis said/presidensby.info)
Presiden SBY saat menerima Timnas EKKT yang diketuai Chappy Hakim (tengah), Kamis (18/1) siang di Kantor Kepresidenan. (foto: muchlis said/presidensby.info)
Jakarta: Kamis (18/1) siang, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima Tim Nasional Evaluasi Keselamatan dan Keamanan Transportasi (EKKT) di Kantor Presiden. Dalam pertemuan sekitar satu jam ini Presiden SBY didampingi Menteri Perhubungan Hatta Rajasa dan Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng. Anggota Timnas yang diterima Presiden adalah Chappy Hakim (Ketua EKKT), Budi Mulyawan Suyitno (Wakil Ketua) , Yayun Rianto (Sekretaris), Utaryo Diran ( Jubir EKKT) serta tiga anggota masing-masing Yusman S.B., Priyatna Abdu Razid, dan Tengku Burhanuddin.

“Presiden berterimakasih atas kesediaan Timnas ini untuk mengemban tugas ini. Presiden berharap, dengan adanya tim ini nantinya bisa dicari fakta, kebenaran, dan informasi yang jelas tentang bagaimana membangun manajemen dan operasional operasi transportasi yang dapat dipercaya. Diharapkan pula, tim ini dapat menjalankan tugasnya tanpa diintervensi pihak-pihak manapun dan semua pihak yang dibutuhkan tim ini dapat bekerjasama,” kata Andi kepada wartawan usai mendampingi Presiden. Presiden SBY mengingatkan pentingnya tim ini agar setiap penumpang transportasi di Indonesia betul-betul merasa aman menggunakan transportasi darat, laut dan udara, tambahnya.

Sementara itu Departemen Perhubungan menyambut baik dibentuknya tim ini dan berharap sesegera mungkin melakukan upaya-upaya meningkatkan aspek keselamatan dan keamanan transportasi nasional Indonesia. “Kita harus betul-betul melakukan upaya untuk mencegah terjadinya kecelakaan baik insiden maupun accident,” ujar Hatta Rajasa.

Timnas EKKT mempunyai tugas yang berbeda dengan KNKT (Komisi Nasional Keselamatan Transportasi). Kalau KNKT melakukan investigasi setelah terjadinya insiden atau accident, maka Timnas EKKT bertugas mengevaluasi secara menyeluruh regulasi, kebijakan-kebijakan yang selama ini dimiliki, aturan-aturan yang dipergunakan, manajemen-manajemen perusahaan, operator pelaku usaha dan bagaimana nantinya rekomendasi itu diberikan untuk meningkatkan aspek keselamatan.

“Jadi kalau kita melihat tiga aspek, pemerintah sebagai regulator, pelaku usaha sebagai operator dan masyarakat Indonesia sebagai pengguna usaha, dengan adanya timnas ini ketiga-tiganya dapat mulai membangun sebuah budaya peduli terhadap keselamatan yang tinggi,” kata Hatta.

Sementara Chappy Hakim selaku Ketua Timnas EKKT mengatakan, “Dalam situasi dan kondisi transportasi nasional akhir-akhir ini, masyarakat banyak menaruh harapan kepada tim ini. Ini adalah satu tanggung jawab yang sangat berat, dan kami mengharapkan dukungan serta doa dari seluruh pihak, agar kami dapat bekerja lebih baik sehingga hasilnya nanti bermanfaat bagi kita semua,” kata Chappy Hakim. (osa)