Berita Utama

SBY Terima Dubes RI untuk Cina

Presiden SBY, didampingi Menteri ESDM dan Jubir Presiden Dino Patti Djalal, Jumat (19/1) menerima Dubes RI untuk Cina, Sudrajat, di Kantor Presiden. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY, didampingi Menteri ESDM dan Jubir Presiden Dino Patti Djalal, Jumat (19/1) menerima Dubes RI untuk Cina, Sudrajat, di Kantor Presiden. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Setelah melaksanakan sholat Jumat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi oleh Menteri Negara SDM Purnomo Yusgiantoro dan Juru Bicara Presiden Dino Patti Djalal, menerima Dubes LBBP RI untuk Cna, Sudrajat, di Kantor Presiden hari Jumat (19/1) pukul 14.00 WIB.

Dalam pertemuannya kali ini, Sudrajat menyampaikan perkembangan posisi dan kondisi bilateral antara Indonesia dan Cina. "Kondisi bilateral antara Indonesia dan Cina ada dalam posisi yang sangat sehat, terlebih setelah kunjungan Presiden ke Cina pada bulan Oktober yang lalu," jelas Sudradjat kepada para wartawan.

Menurut Sudrajat, dalam pertemuan dengan Presiden, ia menyampaikan hal-hal mengenai masalah kerjasama proyek dan investasi dengan Cina. "Disinggung juga mengenai masalah-masalah yang menyangkut tentang implementasi dari proyek jembatan Suramadu, Jati Gede, proyek Parit Baru di Kalimantan, Pelabuhan Angin di Medan, dan rencana double track KA Cirebon - Kroya," Sudrajat menambahkan.

Sudrajat mengatakan bahwa dana pinjaman sebesar 800 juta dolar AS yang diberikan oleh Cina kepada Indonesia belum sepenuhnya terserap untuk pengembangan infrastruktur di Indonesia. Masih tersisa 200 juta dolar yang akan diarahkan untuk proyek double track KA Cirebon - Kroya sepanjang 160 Km. Menanggapi hal tersebut, Presiden SBY menginstruksikan kepada Sudrajat untuk selalu memberikan informasi mengenai perkembangan penggunaan dana pinjaman dari Cina dan mengharapkan agar penyerapan dana tersebut bisa dituntaskan dalam waktu dekat dan dapat berjalan sesuai dengan rencana.

Dijelaskan pula oleh Sudrajat bahwa Presiden SBY diundang untuk menghadiri Boao Forum di Hainan pada bulan April 2007 mendatang. "Namun Presiden tidak dapat menghadiri acara tersebut karena beliau akan lebih konsentrasi ke dalam negeri," tutur Sudrajat.

Kemudian hal terakhir yang disampaikan oleh Sudrajat adalah mengenai rencana perayaan Imlek Nasional pada 28 Februari mendatang. Perayaan Imlek Nasional yang bertemakan "Imlek Nasional Indonesia Bersatu" tersebut akan dilaksanakan di Pekan Raya Jakarta dan akan dihadiri oleh Presiden SBY. "Presiden sangat perduli dengan masyarakat Tionghoa di Indonesia, beliau mengatakan bahwa masyarakat Tionghoa adalah merupakan bagian utuh dari masyarakat indonesia seluruhnya," ujar Sudrajat.

"Sebagai dubes Indonesia di Cina, saya mempunyai tanggung jawab untuk mempromosikan kerjasama strategis antara Indonesia dengan Cina yang sudah ditandatangani oleh Presiden SBY dan Presiden Cina dimana kerjasama strategic partner antara kedua negara itu meliputi bidang keamanan, politik dan hukum serta pertahanan, investasi dan perdagangan. Dan yang ketiga adalah sosial budaya dan hubungan antarrakyat," kata mantan Sekjen Dephan itu. (mit)