Berita Utama

SBY Hadiri Hari bangkit PBR

Para Pemimpin Hendaknya Memotivasi dan Memberi Semangat Rakyat

Jakarta: Setiap bangsa membutuhkan pencerahan. Ketika sebuah bangsa berada pada titik simpang untuk sebuah keyakinan yang besar, mungkin muncul satu keinginan untuk menyerah, seperti yang dialami oleh bangsa-bangsa lain di dunia. “Saya meminta kepada para pemimpin untuk datang memberikan semangat, memberikan motivasi kepada rakyat, bahwa apapun rintangan yang sedang kita hadapi akan dapat diatasi dengan ridho Allah SWA. Kebersamaan dan persatuan bangsa Indonesia,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada sambutannya saat menghadiri Hari Bangkit ke-5 Partai Bintang Reformasi (PBR) di Puri Agung, Hotel Sahid Jaya, Sabtu (20/1) pagi.

Hadir pula dalam acara itu antara lain Ketua Umum PBR Bursah Zamubi yang juga membacakan pidato politiknya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Menteri Perhubungan Hatta Rajasa, Alwi Shihab, dan kader PBR yang datang dari seluruh Indonesia.

Presiden SBY mengajak para pemimpin untuk sering turun ke bawah, bersama masyarakat mengatasi masalah yang sedang dihadapi bangsa Indonesia. “Kekokohan, ketegaran dan keuletan sangat dibutuhkan ketika kita menghadapi berbagai macam persoalan. Sesungguhnya, tidak ada jalan yang lunak untuk mencapai tujuan yang besar dan mulia. Tidak ada jalan pintas, tidak semudah membalikkan telapak tangan untuk mengatasi persoalan bangsa,” seru Presiden. Kata Presiden, agenda nasional bangsa Indonesia ke depan adalah melanjutkan reformasi dan demokratisasi sesuai dengan semangat dan amanah perubahan yang sama-sama kita miliki serta membangun kembali negara Indonesia pasca krisis.

Bertepatan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1428 H, Presiden SBY meminta seluruh rakyat memahami makna hijrah yang dilakukan Pemimpin Agung dan Reformis Besar, Nabi Muhammad. “Kita perlu menghayati makna hijrah untuk meningkatkan semangat untuk berbuat lebih banyak lagi bagi kepentingan umat dan berbuat lebih banyak lagi untuk kepentingan bangsa dan negara,” lanjut Presiden.

“Reformasi, hijrah, dan perjungan untuk melakukan perubahan besar yang dilaksanakan Nabi Muhammad dapat kita dipetik sebagai pelajaran. Kita semua tahu, betapa berat jalan yang dilalui Nabi Muhammad, betapa banyak persoalan, tantangan dan rintangan dengan para sahabat-sahabat dan pengikutnya, tetapi sejarah mencatat kebesaran Islam karena pemimpinnya, Nabi Muhammad memiliki keyakinan yang tinggi bahwa seberat apapun perjuangan itu, karena tujuannya mulia pada saatnya dapat dicapai dengan baik,” ujar Presiden.

Dalam kesempatan itu, Presiden SBY menyaksikan pemberian penghargaan PBR kepada lima pejuang sosial, masing-masing Syarifah Efiana, S.Pd sebagai Pejuang pendidikan, Hj.A. Rabiah atau yang biasa dikenal sebagai Suster Apung sebagai Pejuang Kesehatan, Muhammad Syafii Nasution sebagai pejuang Syair Islam, Vincencius Loki sebagai Pejuang Petani, dan Aunur Rofiq Lil Firdaus atau Opick sebagai Pejuang Seni Islam Populer. (osa)