Berita Utama

Prihatin Lebak Masih Tertinggal

Presiden: Kemiskinan Harus Diatasi

Presiden SBY menekan tombol peresmian proyek di Banten, didampingi Bupati Lebak, Gubernur Banten dan Meneg PDT Saifullah Yusuf di Alun-alun Multatuli, Lebak, Selasa (23/1) pagi. (foto: a.tohir/presidensby.info)
Presiden SBY menekan tombol peresmian proyek di Banten, didampingi Bupati Lebak, Gubernur Banten dan Meneg PDT Saifullah Yusuf di Alun-alun Multatuli, Lebak, Selasa (23/1) pagi. (foto: a.tohir/presidensby.info)
Lebak: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sedih dan prihatin melihat fakta bahwa Kabupaten Lebak yang letaknya tidak jauh dari Ibukota Indonesia masih tergolong daerah tertinggal. “Namun kita tidak boleh mengingkari kenyataan yang ada, itu harus dihadapi kalau kita miskin dan terbelakang. Kita harus berjuang mengatasi kemiskinan dan keterbelakangan itu. Kalau kita belum pandai dan belum terpelajar, kita harus berjuang agar generasi muda menjadi lebih pintar dan terdidik. Perubahan tidak akan terjadi jika kita tidak berusaha keras untuk melakukan perubahan," kata Presiden dalam acara peresmian proyek kegiatan percepatan pembangunan daerah di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Selasa (23/1).

Menurut Presiden, salah satu cara untuk melakukan perubahan adalah dengan percepatan pembangunan. Tujuan percepatan ini adalah rakyat lebih dapat ditingkatkan kesejahteraannya di segala bidang. Pemerintah telah menerapkan kebijakan otonomi daerah sejak tahun 1999, dimana pemerintah pusat dan pemerintah daerah berbagi tanggung jawab melaksanakan fungsi dan kewajiban sesuai dengan kewenangannya yang diatur dalam undang-undang.

“Sebagian besar urusan pemerintah telah diserahkan kepada kabupaten dan kota. Pemerintah pusat juga telah mengalokasikan APBN ke daerah-daerah dalam bentuk dana alokasi umum dan khusus," ujar SBY sambil menekankan pentingnya masyarakat untuk memahami hal ini agar tidak semua masalah yang ada di daerah diselesaikan oleh pemerintah pusat.

Presiden SBY mendukung inisiatif dan upaya pemerintah daerah Lebak untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Presiden datang ke Lebak agar semuanya dapat berhasil dengan baik dan berharap agar percepatan pembangunan ini segera disusul oleh daerah-daerah lain di tanah air. “Dengan percepatan pembangunan ini kita tidak perlu menunggu perbaikan nasib rakyat di masa depan," Presiden menambahkan. Presiden juga mengharapkan perbaikan ini dapat dirasakan oleh rakyat mulai dari sekarang.

Presiden mengajak kerjasama seluruh lapisan masyarakat untuk mempermudah setiap urusan serta menghilangkan korupsi, pungli dan masalah sogok-menyogok. Saat ini Lebak menerima penghargaan sebagai Kabupaten Ketiga Terbesar di tingkat nasional sebagai daerah otonomi yang kondusif untuk investasi. (mit/nnf)