Berita Utama

Satyalencana Kebaktian Sosial bagi Pendonor Darah

Satyalencana Kebaktian Sosial bagi  para pendonor darah di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (25/1) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Satyalencana Kebaktian Sosial bagi para pendonor darah di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (25/1) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta Ibu Negara, hari Kamis (25/01) pagi di Hotel Borobudur Jakarta, menyerahkan penghargaan Satyalencana Kebaktian Sosial kepada 541 donor darah sukarela (DDS) dari 18 provinsi di Indonesia. Penghargaan ini ditetapkan melalui SK Presiden no.3/TK/2006 tanggal 11 Desember 2006, tentang penghargaan Satyalencana Donor Darah. Mereka yang menerima penghargaan ini telah menyumbangkan darahnya secara sukarela minimal sebanyak 100 kali.

Menurut Presiden SBY dalam sambutannya, sebagaimana yang dikatakan orang bijak, setetes darah dapat menyelamatkan jiwa manusia. “Kata – kata bijak ini benar adanya, dan mari kita terapkan dalam kehidupan bersama kita. Bagi mereka yang sehat diharapkan dapat memberikan tetesan darahnya melalui donor darah secara sukarela. Dengan tetesan darah yang kita miliki, kita dapat memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi saudara – saudara kita yang memerlukan. Di tengah – tengah bencana dan kecelakaan yang sering terjadi, tetes demi tetes darah sangat membantu untuk mengurangi jumlah korban, juga untuk mengurangi penderitaan bagi mereka yang terluka dan mempercepat penyembuhannya, “ kata Presiden.

“Kita tidak dapat berpangku tangan menghadapi para korban yang tertimpa bencana alam dan musibah kecelakaan. Kita harus mengambil tindakan - tindakan konkrit, melakukan aksi – aksi untuk menolong mereka secara cepat, tepat sasaran dan terkoordinasi, yang merupakan kewajiban kita semua dan bukan hanya menjadi kewajiban PMI semata, “ tambahnya.

Presiden juga mengucapkan terimakasih kepada PMI (Palang Merah Indonesia) dan kepada seluruh komponen masyarakat, yang dalam berbagai bencana yang menimpa telah secara aktif bergotong royong mengatasinya. “Kita harus terus menggelorakan solidaritas sosial. Kepada PMI sebagai salah satu komponen masyarakat, saya harapkan dapat terus meningkatkan kinerjanya dalam pengabdian kemanusiaan. Pemerintah tidak mungkin mengatasi setiap kejadian bencana tanpa bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu saya mengharapkan kepada seluruh jajaran pemerintah baik pusat maupun daerah untuk memerankan PMI dan berbagai komponen masyarakat, yang terlibat dalam aksi – aksi penanggulangan bencana, sebagai mitra kerja, “ kata Presiden lagi.

Sebelumnya, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan penganugerahan Satyalencana Kebaktian Sosial ini tidak hanya bermakna bagi penerima, namun juga memberi arti luas dan berdampak bagi makin tebalnya rasa kesetiakawanan sosial dalam diri bangsa Indonesia. “Penganugerahan ini penting dilakukan untuk menjaga eksistensi nilai – nilai kesetiakawanan sosial, agar kesetiakawanan sosial tetap lestari. Tidak mudah tergerus oleh nilai – nilai perubahan jaman, “ kata Mensos lagi.

Presiden menyematkan penghargaan secara simbolis kepada 18 perwakilan, masing-masing Haji Idrus ( Nanggroe Aceh Darussalam ), Ferial Asli (Sumatera Utara ), Masduki Indra Sutanto ( Sumatera Barat ), Abdul Madjid ( Riau ), Hajjah Hartini Ibnu Darmawan (DKI Jakarta ), Rachmat Hidayat ( Jawa Barat ), Kunaryo ( Jawa Tengah ), Langgeng Mulyo ( DIY), Supardi ( Jawa Timur ), Andustriadi ( Kalimantan Barat ), Samiran ( Kalimantan Timur ), Amalia (Sulawesi Utara ), Herry Dominicus Petrus Rumbayan (Sulawei Utara ), Musafir Kelana Arifin ( Sulawesi Selatan ), Jaffar Jihan ( Gorontalo ), Cokorda Alit Asmiana (Bali), Andreas Andri ( NTT ), dan Michael Alexander (Merauke).

Beberapa pejabat yang hadir mendampingi Presiden SBY antara lain Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah, Gubernur DKI Sutiyoso, dan Ketua Palang Merah Indonesia ( PMI ), Marie Muhammad, Jubir Presiden, Andi Mallarangeng dan Staf Khusus Presiden, Yeni Wahid . ( win/nnf )