Berita Utama

Kunjungan Kenegaraan PM Laos

Presiden SBY menyambut PM Laos, Bouasone Buphavanh, di halaman Kantor Kepresidenan, Jumat (26/1) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY menyambut PM Laos, Bouasone Buphavanh, di halaman Kantor Kepresidenan, Jumat (26/1) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (26/1) pagi menerima kunjungan kenegaraan dari Perdana Menteri Republik Demoraktik Rakyat Laos, Bouasone Buphavanh di Kantor Presiden. Usai pertemuan perkenalan, acara dilanjutkan dengan pertemuan bilateral antara delegasi kedua negara, untuk membahas mengenai perkembangan hubungan bilateral dan juga masalah – masalah regional dan internasional.

PM Bouasone Bouphavanh adalah Perdana Menteri Laos yang baru saja terpilih tanggal 8 Juni 2006. Sesuai tradisi di ASEAN, setiap pemimpin yang baru terpilih akan melakukan serangkaian kunjungan ke negara – negara anggota ASEAN untuk memperkenalkan diri.

Menurut Juru Bicara Preside Bidang Hubungan Internasional, Dino Patti Djalal kepada wartawan usai pertemuan, hubungan bilateral Indonesia dan Laos tahun 2007 ini menginjak usia ke-50. "Karena itu disepakati kedua kedutaan akan melakukan serangkaian kegiatan perayaan dari hubungan bilateral yang berusia 50 tahun ini. Meskipun secara psikologis dan politik hubungan kedua negara berlangsung baik, tapi konten masih perlu ditingkatkan. Hubungan perdagangan Indonesia – Laos baru sekitar 12 juta USD, dan hubungan perdagangan Laos dengan seluruh ASEAN sekitar 550 juta USD, “ lanjut Dino.

Karena itu, menurut Dino, Presiden SBY merasakan perlunya dilakukan usaha untuk meningkatkan bobot perdagangan ini. Memang salah satu kendalanya, Laos adalah negara yang langka karena merupakan land locked country, yaitu negara yang tidak memiliki perairan, tidak memiliki pelabuhan, karena seluruh wilayahnya berupa daratan. Menurut Dino, hal itu meruupakan salah satu kendala dalam membina hubungan perdagangan.

Pertemuan SBY -Bouasone Bouphavanh, lanjut Dino, juga membahas mengenai hubungan di bidang human resources development. Indonesia adalah salah satu negara yang selama ini memberikan pelatihan dan kerjasama teknis pada pejabat dan mahasiswa Laos. “ Presiden menjanjikan bahwa kerjasama ini akan terus dilanjutkan, dan Perdana Menteri Laos mengucapkan terimakasih atas bantuan pelatihan dan pendidikan yang selama ini diberikan oleh pemerintah Indonesia, “ jelas Dino.

Bidang pariwisata juga menjadi topik bahasan dalam pertemuan kedua pemimpin tadi. “Laos merupakan salah satu negara yang akan ikut serta dalam Trail of Civilization , merupakan kerjasama pariwisata yang beranggotakan Indonesia, Laos, Kamboja, Thailand, Myanmar dan Vietnam. Dan dalam waktu dekat Mendiknas dan Menbudpar RI akan mengunjungi Laos untuk mengkonkritkan kerjasama ini lebih lanjut. Untuk meningkatkan hubungan antara Indonesia dan Laos akan dibentuk joint commission atau komisi bersama yang akan diketuai oleh Menteri Luar Negeri kedua negara, dan ini akan diadakan di Vientiane bulan September nanti. Presiden SBY sudah memberikan arahan agar pertemuan joint commission ini merumuskan secara konkrit langkah - langkah untuk dapat meningkatkan hubungan Indonesia dan Laos terutama di bidang ekonomi investasi dan perdagangan, “ kata Dino Patti Djalal.

Dalam pertemuan bilateral yang berlangsung 1,5 jam itu, Presiden SBY didampingi Menko Perekonomian Boediono, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, Mensesneg Yusril Ihza Mahendra, Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Seskab Sudi Silalahi serta kedua Juru Bicara Presiden Dino Patti Djalal dan Andi Mallarangeng. (nnf)