Berita Utama
Jumat, 26 Januari 2007, 18:00:29 WIB
Tujuh Intruksi untuk Berantas Flu Burung
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan tujuh instruksi untuk mencegah dan memberantas makin berkembangnya virus flu burung, yang telah terkontaminasi di beberapa daerah di Indonesia. Menseskab Sudi Silalahi mengatakan hal itu kepada wartawan usai mengikuti ratas (rapat kabinet terbatas) hari Jumat (26/1) sore.Menurut Sudi Silalahi, ketujuh butir intruksi itu dikeluarkan setelah Presiden memperoleh laporan dari para menteri bahwa virus ini kembali muncul di beberapa daerah di Indonesia. Saat memberi keterangan pers, Sudi Silalahi didampingi Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menkes Siti Fadillah Soepari dan Mentan Anton Apriyantono.
"Instruksi pertama, Presiden memerintahkan untuk meningkatkan intensitas pemberantasan flu burung di seluruh daerah, terutama yang terkontaminasi. Kedua, kepada gubernur, bupati, walikota, diminta agar aktif turun langsung memimpin upaya- upaya pemberantasan unggas yang terkontaminasi. Ketiga, dalam memusnahkan unggas yang terkontaminasi itu, disertai kompensasi,” kata Sudi Silalahi.
“Keempat, kepada Panglima TNI diminta untuk mengerahkan operasi bakti untuk upaya pemberantasan flu burung tersebut. Kelima kepada pemerintahan daerah, gubernur, bupati, walikota untuk melibatkan seluruh komponen yang ada di daerah, yang ada relevansinya untuk turut memberantas flu burung ini. Keenam, Presiden SBY minta agar terus menerus dilakukan sosialisasi. Dan terakhir, ketujuh, hasil kegiatan pemberantasan flu burung ini agar setiap bulan dilaporkan kepada Presiden, Wakil Presiden, dan seluruh masyarakat. Semua kegiatan ini agar dikoordinasikan oleh Menko Kesra, ” jelas Sudi Silalahi.
Sementara Menko Kesra Aburizal Bakrie menjelaskan mengenai konfirmasi soal kasus terjangkitnya flu burung pada manusia, yakni di Sumut 7 kasus dengan 6 orang meninggal, Sumbar 2 kasus namun tidak yang meninggal, di Lampung 3 kasus tidak ada yang meninggal, Banten 12 kasus 10 meninggal, Jakarta 20 kasus 18 meninggal, Jawa Barat 25 kasus dengan 20 orang meninggal, Jawa Tengah 4 kasus dengan 3 meninggal, Jawa Timur 5 kasus dengan 3 meninggal, Sulawesi Selatan 1 kasus dengan 1 meninggal.
“ Karena 78 persen korban berada di Banten, Jabar dan Jakarta, maka kita fokus ke tiga wilayah ini. Walaupun pemerintah daerah telah melakukan upaya-upaya pemberantasan, tetapi belum pada tahap yang kita harapkan. Sudah ada 14 provinsi dimana gubernur sebagai Komda flu burung sudah di SK kan, dan kita harapkan ada 4 lagi SK yang kita harapkan segera diterbitkan, " kata Aburizal seraya menambahkan bahwa persoalan ini mendapat dukungan dari internasional.
“Kami juga sudah menyampaikan sebelumnya soal iklim, yaitu kita harus tanggap pada flu burung pada musim hujan. Kita juga akan fokus pada sanitasi. Kemudian apa yang telah kita lakukan beberapa waktu lalu, ada enam langkah komunikasi,sosialisasi rekstrukturisasi kegiatan peternakan. Rektrukturisasi ini rencananya kita selesaikan akhir bulan Februari mendatang,” kata Aburizal.
Menurut Aburizal, kasus flu burung ini penularannya tampak masih dari unggas ke manusia, bukan dari manusia ke manusia. Mengenai kompensasi untuk unggas yang dimusnahkan, kata Menko, pemiliknya akan memperoleh ganti sebesar Rp 12.500 per ekor. (win)



