Berita Utama
Kamis, 1 Februari 2007, 15:34:40 WIB
Tim Investigasi dan Evaluasi Penyelenggaraan Haji Lapor pada Presiden
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Kamis (1/2) siang menerima hasil laporan dari 7 orang dari tim Investigasi dan Evaluasi Penyelenggaraan Haji 1427 H, di Kantor Kepresidenan. Tim yang diketuai Tholchah Hassan ini dibentuk Presiden SBY, setelah terjadinya keterlambatan pasokan makanan di Arafah dan Mina, untuk melakukan investigaasi dan evaluasi penyelenggaraan haji musim lalu. Hasil investigasi itulah yang dilaporklan kepada Presiden untuk penyempurnaan pelaksanaan haji mendatang.Usai bertemu dan lapor pada Presiden, kepada wartawan Tholchah Hassan menjelaskan bahwa keterlambatan pasokan makanan yang terjadi pada pelaksanaan haji lalu tidak lepas dari kegagalan perusahaan katering ANA. "Kemungkinan karena SDM yang diperlukan untuk katering haji belum dipersiapkan secara matang." ujarnya. "Selain itu, di dalam manajemen penyelenggaraan haji, di pihak Indonesia sendiripun terdapat kelemahan koordinasi, kontrol yang ketat serta jaringan kerja, . ditambah lagi dengan regulasi yang kerap kali berubah di Saudi Arabia yang menyebabkan Indonesia tidak bisa membuka sebuah pelayanan klinik di tengah - tengah perkemahan para jemaah," kata Tholchah Hassan.
Menurutnya, analisa tersebut didukung oleh sumber primer serta sumber sekunder yang dikumpulkan oleh tim . "Untuk sumber primer, kami telah mewawancarai Menag, Dirjen Haji, Sekretaris Dirjen, Direktur Pelayanan Haji, Dubes RI untuk Arab Saudi, Konjen, Gubernur Mekkah, Pengurus Muasasah serta pengelola katering ANA." Sedangkan untuk sumber sekunder, tambahnya, didapatkan dari kliping - kliping media massa, dokumen-dokumen yang memiliki kaitan dengan masalah tersebut, masyarakat Indonesia yang berada di Arab Saudi, jamaah haji sendiri, pimpinan - pimpinan kloter jamaah haji, serta petugas haji yang berada di sana.
Menurut Tholchah, antara kegagalan katering ANA dan kelaparan jemaah haji tidak ada kaitan secara langsung. "ANA memang gagal dalam mensuplai makanan untuk jemaah Indonesia. Tapi tidak semua jemaah Indonesia benar-benar kelaparan. Mereka mendapatkan roti, kue, susu, buah dan kurma, tapi orang indonesia kalau belum mendapatkan nasi biasanya dianggap belum makan," ujar Tholchac, didampingi Qodry Azizsy ( Sekretaris Tim Investigasi), serta 5 orang lainnya anggota tim masing-masing Syukri Zarkasy, Dienne Hardiati Moehario, Mubarak, Ichwan Syam dan Afif Ubaidillah. Selain itu, penyebab kematian jemaah haji yang paling dominan adalah penyakit bawaan dari tanah air, cuaca, usia yang sudah tua, serta kelelahan.
Juru Bicara Presiden Andi A. Mallarangeng mengungkapkan bahwa setelah menerima laporan tersebut, Presiden SBY menyatakan bahwa tim telah melaksanakan tugas dengan baik dan profesional, dan diharapkan agar tim senantiasa membantu. "Presiden akan bertemu lagi dengan tim minggu depan, karena Presiden membutuhkan waktu untuk mempelajari executive summary dan laporan yang diberikan oleh tim," Andi menambahkan. (mit)



