Berita Utama

Presiden SBY:

Indonesia - Swiss Sepakat Tingkatkan Kerjasama Bidang Hukum dan HAM

Presiden SBY  bersama   Presiden Konfederasi Swiss,  Micheline Calmy-Rey, memberi keterangan kepada wartawan di Istana Merdeka, Kamis (8/2) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY bersama Presiden Konfederasi Swiss, Micheline Calmy-Rey, memberi keterangan kepada wartawan di Istana Merdeka, Kamis (8/2) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Peningkatan kerjasama dibidang hukum dan HAM, termasuk legal mutual assistance, menjadi salah satu kesepakatan dari pertemuan bilateral antara Swiss dan Indonesia. “Kami sepakat untuk meningkatkan kerjasama di bidang hukum dan HAM, termasuk yang kita sebut mutual legal assistance, dan saya sampaikan bahwa Indonesia terus melaksanakan upaya pemberantasan korupsi dan pengembangan good governance, dengan demikian kerjasama seperti ini sangat penting, karena pemberantasan korupsi termasuk asset tracking dan asset recovery,“ demikian dikatakan Presiden SBY, dalam konferensi pers bersama Presiden Swiss Micheline Calmy-Rey, di Ruang Credential Istana Merdeka Jakarta, Kamis (08/02).

Kerjasama dibidang perdagangan, investasi dan UKM yang selama ini telah berjalan dengan baik antara kedua negara juga sepakat untuk ditingkatkan. “Kerjasama dibidang perdagangan baik selama 5 tahun terakhir naik kurang lebih 17 persen, dan sekarang volume perdagangan kedua negara bernilai sekitar 450 juta Dolar AS. Dan kami sepakat untuk terus meningkatkan volume atau kerjasama di bidang perdagangan ini. Investasi juga berjalan dengan baik, sampai tahun 2006 lalu total investasi lebih dari 3 Milyar Dolar AS sampai tahun 2006 lalu. Kami juga berterimakasih atas kerjasama yang baik di bidang UKM. Ini sangat penting karena dengan kerjasama dibidang UKM ini , UKM - UKM di Indonesia bisa tumbuh dengan baik mendapatkan pengalaman di dalam pemasaran dan penjualan, dengan demikian akan lebih menggerakkan lagi UKM di Indonesia, “ jelas SBY.

Presiden SBY juga mengungkapkan pentingnya peranan Swiss bagi Indonesia.” Swiss adalah partner yang sangat penting bagi Indonesia. Dewasa ini ada 75 perusahaan Swiss yang mempekerjakan sekitar 60.000 tenaga kerja Indonesia, “ kata SBY.
Kerjasama pendidikan kedua negara juga menjadi perhatian kedua pemimpin. Kedua negara sepakat untuk melanjutkan kerjasama pendidikan yang sudah berjalan selama ini. “Kerjasama di bidang pendidikan kita sepakati untuk dilanjutkan. Pemerintah Swiss memberikan beasiswa pada mahasiswa Indonesia untuk belajar di Swiss, kita pun memberikan beasiswa mahasiswa Swiss untuk belajar di Indonesia, khususnya pada budaya dan bahasa Indonesia, “ kata SBY lagi.

Selain masalah hubungan bilateral kedua negara, kedua pemimpin juga membahas mengenai interfaith dialog dan masalah – masalah internasional. “Kita juga membahas mengenai interfaith dialog, dialog antar agama kepercayaan peradaban, dan kami berdua sepakat terus berkontribusi dalam upaya untuk membangun saling pemahaman dan pengertian antar berbagai komponen yang berbeda identitas itu.Kami bertukar pikiran tentang masalah global, perkembangan di Timur Tengah, Palestina, Lebanon, Irak, Korea, dan tempat – tempat lain, bagaimana kita bisa berkontribusi untuk sebuah penyelesaian terbaik, sesuai dengan cita – cita kita dunia yang adil dan damai, “ kata SBY.

Tak lupa Presiden SBY mengucapkan selamat atas terpilihnya Presiden Micheline Calmy – Rey sebagai Presiden Konfederasi Swiss. Demikian juga Presiden menyampaikan ucapan terimakasih atas bantuan pemerintah dan rakyat Swiss untuk bantuan kemanusiaan yang telah diberikan kepada Indonesia. “Kami juga mengucapkan selamat atas terpilihnya Madame Calmy Rey sebagai Presiden Konfederasi Swiss, dan di bawah kepemimpinan beliau saya yakin Swiss akan tambah maju dan hubungan bilateral kita akan bertambah kuat. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan rakyat Swiss atas bantuan kemanusiaan untuk Aceh setelah tsunami, Jogja setelah gempa dan bantuan untuk banjir di Jakarta beberapa hari lalu, “ kata SBY. ( nnf )