Rabu, 21 Februari 2007, 15:10:23 WIB
Di Grobogan, Jawa Tengah
Presiden Ajak Gerakan Sarjana Masuk Desa
Presiden SBY berdialog dengan warga pengguna minyak jarak di desa Tanjungharjo, Kecamatan Ngaringan, Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (21/2) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Grobogan: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak para sarjana untuk turun memberikan bimbingan penyuluhan dan bantuan, sehingga ada gerakan sarjana masuk desa. “Sarjana banyak dan surplus, tetapi berkumpul di kota menunggu pekerjaan yang kadang-kadang tidak mudah. Marilah kita bersama bangun desa kita, karena kalau desanya sejahtera, maka maju seluruh negerinya. Ini adalah gerakan yang akan kita lanjutkan di waktu yang akan datang,” lanjut Presiden SBY hari Rabu (21/2) siang, saat berada di Desa Mandiri Energi di Desa Tanjungharjo, Grobogan, Jawa Tengah..
Menurut SBY, aktivitas ekonomi, seperti budidaya tanaman jarak, memerlukan banyak dukungan. "Ada lima hal yang harus dilakukan pemerintah untuk mendukung lancarnya program ini. Pertama, tersedianya lahan. Adalah tidak benar kalau ada pihak-pihak di luar negeri yang mengatakan bahwa program pengembangan BBN ini akan merusak hutan, karena tanah-tanah yang digunakan untuk mengembangkan BBN ini justru menggunakan lahan yang tandus dan kering yang selama ini terbengkalai,” jelas Presiden.
Dukungan kedua adalah dalam bentuk permodalan. "Modal harus ada. Ada tanah, kalau tidak ada uang dan tidak ada bibit, maka program ini tidak akan bergerak. Bantuan yang kita berikan hari ini antara lain memberikan pendanaan untuk menggarap tanah untuk dijadikan perkebunan jarak pagar,” lanjutnya.
Ketiga adalah dukungan pabrik, peralatan dan mesin-mesin yang dibangun. “Ada skala kecil untuk rumah tangga, dan ada skala besar yang akan dibangun secara bertahap sesuai dengan kemampuan dan kerjasama pemerintah, dunia usaha dan komunitas masyarakat," kata Presiden.
Keempat yaitu dukungan infrastruktur seperti jalan dan irigasi yang dibangun secara bertahap juga. Presiden menegaskan bahwa keuangan negara yang digunakan untuk melakukan pembangunan itu dilakukan di seluruh Indonesia. “Oleh karena itu saya minta Menteri PU melalui Menko Perekonomian membicarakan hal ini dengan Gubernur Jateng dan Bupati Grobogan untuk meningkatkan infrastruktur bendungan dan air yang bisa dimanfaatkan lebih baik lagi.”
Kelima adalah dukungan pemasaran. “Pertamina dan Rajawali Nusantara Indonesia akan membeli jarak pagar produksi petani. Sebuah usaha tidak akan hidup meskipun produktifitasnya baik kalau tidak dapat dipasarkan. Kita pastikan ada pembelian,” jelas Presiden SBY.
Selain didampingi Ibu Ani, Presiden juga disertai beberapa menteri, antara lain, Menakertrans Erman Suparno, Menhub Hatta Rajasa, Menteri BUMN Sugiharto, Mentan Anton Apriyantono, Seskab Sudi Silalahi, Menteri PDT Syaifullah Yusuf, Juru Bicara Kepresidenan Andi A. Mallarangeng dan Dino Patti Djalal, Gubernur Jateng Mardiyanto, Dirut Pertamina Ari H. Soemarno, Dirut PLN Edi Widiyono, dan Ketua Timnas Pengembangan BBN Alhilal Hamdi. (nnf/osa)