Berita Utama

Peringatan 50 Tahun Kerjasama RI-RRT

Presiden: Pemerintah Beri Jaminan Hukum dan Keamanan pada Investor

Presiden SBY menghadiri acara 50 Tahun Kerjasama Kebudayaan RI - RRT  di  Pekan Raya Jakarta, Kemayoran. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menghadiri acara 50 Tahun Kerjasama Kebudayaan RI - RRT di Pekan Raya Jakarta, Kemayoran. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara hari Rabu (28/2) malam menghadiri acara 50 Tahun Kerjasama Kebudayaan RI - RRT (Republik Rakyat Tiongkok) di Hall A Jiexpo, Pekan Raya Jakarta, Kemayoran. Acara bertemakan Indonesia Bersatu antara lain juga dihadiri Menko Polhukam Widodo AS, Menbudpar Jero Wacik, Gubernur DKI Sutiyoso, Dubes China untuk Indonesia Lan Lijun, Dubes Indonesia untuk China Sudradjat serta ratusan undangan lainnya.

Acara yang berlangsung sekitar 1,5 jam ini juga menampilkan pertunjukan antara lain barongsai, wushu dan pencak silat, tari merak, tari sutera serta akrobat yoyo dari China. Juga ditampilkan penyanyi Indonesia antara lain Titiek Puspa dan Viktor Hutabarat yang menyanyikan lagu-lagu bernuansa Imlek.

Dalam sambutannya yang disampaikan setelah Dubes China untuk Indonesia Lan Lijun, Presiden SBY menyebutkan bahwa perayaan 50 Tahun Kerjasama Kebudayaan Indonesia dengan RRT adalah hal yang penting. "Perayaan ini menandai hubungan yang semakin akrab dan hangat di antara kedua negara," tuturnya. Ditambahkan, hubungan Indonesia dan Tiongkok saat ini tidak hanya ditandai oleh hubungan bilateral, namun juga hubungan emosional di antara rakyat Indonesia yang memiliki hubungan kekeluargaan dengan rakyat Tiongkok.

Presiden mengingatkan bahwa dirinya bersama Presiden RTT Hu Jintao tanggal 25 April 2005 telah menandatangani Sebuah Kemitraan Strategis. "Kerjasama kemitraan strategis yang telah disepakati bersama antara Indonesia dan RRT itu merupakan arah baru bagi kemajuan bersama. Kedua negara kita, terus meningkatkan kerjasama di bidang politik, ekonomi dan kebudayaan. Kita ingin kedua negara berkembang bersama-sama dan maju bersama," kata Presiden. Presiden SBY mengundang para pengusaha RRT untuk melihat peluang bisnis dan menanamkan modalnya di Indonesia. "Pemerintah berupaya memberikan jaminan hukum, keamanan dan insentif yang lebih baik," tegasnya.

Dengan diadakannya peringatan 50 Tahun Kerjasama Kebudayaan RI-RRT ini, SBY berharap dapat mendorong tumbuhnya hubungan yang lebih baik yang didasari oleh rasa saling percaya dan penuh pengertian antara rakyat Indonesia dengan rakyat Tiongkok. "Melalui pertukaran kebudayaan ini pula, diharapkan dapat memberi manfaat bagi kedua negara, terutama dalam proses pembangunan yang tengah berlangsung di kedua negara," tambah Presiden.

Presiden SBY beserta Ibu Negara dan rombongan meninggalkan lokasi setelah acara berakhir pada pukul 21.15 WIB. Tampak hadir untuk memeriahkan acara yang juga dilaksanakan untuk memperingati Tahun Baru Imlek 2558 tersebut antara lain Sukamdani Sahid Gitosardjono, DR. Sjahrir, Sofjan Wanandi, Surya Paloh serta Agum Gumelar.