Berita Utama
Selasa, 20 Maret 2007, 16:17:26 WIB
Rakyat Mengadu, Presiden Menjawab
”Disamping Berupaya Maksimal, Kita Harus Tobat...”
Presiden sangat prihatin atas terjadinya bencana dan kecelakaan yang terjadi di tanah air. Tidak henti-hentinya Presiden dalam mengikuti perkembangan dan memberi instruksi/langkah-langkah untuk menangani dampak bencana maupun kecelakaan. Pengarahan-pengarahan diberikan kepada Pemda yang terkait, Bakornas dan menteri-menteri untuk mengambil tindakan cepat dalam membantu korban, menyiapkan tempat pengungsian dan perlengkapannya serta distribusi bahan-bahan makanan, disamping pelayanan medis.Tempat-tempat yang terputus hubungan transportasinya, seperti yang terjadi di Manggarai Nusa Tenggara Timur, diupayakan melalui udara dengan menggunakan helikopter. Presiden memerintahkan Panglima TNI untuk mengerahkan prajurit TNI dalam membantu Pemda dan Bakornas untuk mengatasi penanggulangan akibat bencana. Selain penanggulangan bencana secara fisik, Presiden bersama Wakil Presiden serta para Menteri, pejabat sipil dan militer dan tokoh-tokoh masyarakat melaksanakan zikir di Istiqlal seusai melaksanakan sholat Jum’at pada tanggal 9 Maret 2007. Zikir dilakukan untuk memanjatkan doa kepada Yang Maha Kuasa agar bangsa Indonesia selalu diberi kekuatan. Kegiatan seperti ini diimbau Menteri Agama agar dilakukan masyarakat di berbagai wilayah.
Hal ini dilakukan, disamping Pemerintah terus mengambil langkah-langkah pencegahan dan kesiapan menghadapi bencana, mengingat geografi Indonesia yang rentan dan sesewaktu becana dapat terjadi. Dalam mengatasi kecelakaan, Presiden telah memerintahkan untuk segera membuat rencana jangka pendek dan seterusnya jangka menengah maupun panjang, guna mencegah atau meminimalisasi kecelakaan di masa yang akan datang. Upaya pencegahan tersebut dilakukan secara menyeluruh, atas dasar temuan tim nasional.
Berikut ini beragam sms yang diterima oleh Presiden SBY terkait dengan bencana dan musibah kecelakaan transportasi nasional.
08xx928xxxx:Tidak ada jalan lain kecuali kita harus bertobat dengan cara sholat tobat masal di hari yang sama dan jam yang sama di seluruh Indonesia atas bencana-bencana yang kita alami sekarang.Terakhir kapal levina, longgsor di Manggarai, gempa di Padang dan jatuhnya garuda di Jogja.Dan banyak lagi lainnya.Ini kesalahan kita bersama, bukan hanya pemerintah saja. Dan bencana ini jangan sekedar dianggap bencana alam tapi bencana ini atas tanggan Allah juga.Untuk itulah kita harus minta Ampun kepada Allah Swt.
08xx390xxxx:Pak Presiden kami ikut prihatin atas musibah gempa dan jatuhnya pesawat garuda semoga Bapak tetap tabah dan bangsa ini dilindungi oleh Tuhan Yanga Maha Es. Trim.
08xx697xxxx:Selamat malam pak Presiden...gimana ini pak kok ekonomi rakyat ini semakin sulit...harga beras di Aceh semakin menggila....tolong perhatiannya pak makasih.
08xx1029xxxx:Pak Presiden, saya ingin beternak sapi. Saat ini saya punya tiga ekor dan ingin menambah minim 10. Saya kesulitan mencari kredit. Bisakah Bapak memberi kredit lunak?
08xx1638xxxx: Bapak-bapak kami sebagai rakyat kecil kalau melihat tayangan di TV metro yang REPUBLIK MIMPI (Presiden BBM) sangat menyesal sekali pejabat kita dilecehkan seakan akan tidak ada kewibawaan sama sekali. Mohon dibubarkan saja jangan ditayangkan lagi.
08xx1107xxxx: ”Dagelan Republik Mimpi tidak lucu, lebih banyak mudarat dari manfaatnya”
08xx417xxxxx: Makasih Bapak Presiden atas tanggapan Bapak, semoga Allah Swt melimpahkan rahmat, taufik dan hidayahNya kepada Bapak, sehingga Bapak tetap exis memimpin NKRI yang tercinta ini.
Menanggapi berbagai tantangan dan kondisi yang dihadapi bangsa Indonesia, termasuk aspirasi masyarakat, Presiden dan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) telah bekerja keras. Berbagai langkah telah dilaksanakan dengan berbagai keberhasilan, tetapi secara jujur harus diakui masih ada kekurangan. Tantangan yang menonjol dan menjadi fokus ke depan adalah kemiskinan, pengangguran dan perkembangan sektor ekonomi riil, disamping secara konsisten melakukan pemberantasan korupsi. Agar masyarakat dapat untuh mengetahui, memahami dan sekaligus ikut berpartisipasi dalam melaksanakan program khususnya yang pro rakyat miskin, melalui rubrik ini disampaikan berbagai langkah yang dilaksanakan pemerintah.
Sejak awal pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu, telah mengenali permasalahan mendasar, yaitu tingginya tingkat kemiskinan, tingginya tingkat pengangguran, dan besarnya hutang pemerintah, terutama hutang luar negeri. Mengenai anggaran program pengentasan kemiskinan terus ditingkatkan secara signifikan. Tahun 2004 besarnya anggaran untuk program kemiskinan berjumlah Rp. 18 triliun, tahun 2005 meningkat Rp 23 triliun, tahun 2006 melonjak hampir dua kali lipat menjadi Rp 42 triliun, dan tahun 2007 adalah Rp 51 triliun. Anggaran untuk program kemiskinan tersebut, diupayakan sungguh-sungguh sampai pada sasarannya. Dalam hal ini, Presiden telah menginstruksikan para Menteri dan seluruh Gubernur, Bupati dan Walikota agar dapat menjalankan program pengentasan kemiskinan secara efektif dan nyata.
Pada setiap kunjungan Presiden ke daerah, tidak luput memperhatikan sejauh mana program kemiskinan terlaksana, disamping program-program lain yang pro rakyat seperti BOS, Askeskin, Desa Energi Mandiri, pengembangan UKM dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Sejalan dengan pelaksanaan program pro rakyat, pemerintah juga meningkatkan kesejahteraan pegawai dengan menaikkan gaji setiap tahun, yang besarannya sesuai kemampuan negara, disamping pemberian gaji ke-13. Sebagai contoh untuk PNS golongan I/A pada tahun 2006 dinaikkan gajinya sebesar 44,5% dari Rp.692.750 menjadi Rp. 1 juta. Pada tahun 2007, kenaikan gaji gol I/A sebesar 28,54%.atau dari Rp. 1 juta menjadi Rp.1.285.400.
Mengenai pengaduan terjadinya busung lapar, meski masih ada, namun jumlahnya dari tahun ke tahun terus menurun. Bila hal ini masih terjadi, sangat disayangkan karena pemerintah telah memberlakukan program pengobatan gratis dan pemberian bantuan langsung tunai maupun beras miskin. Presiden telah membuka akses pengaduan melalui PO BOX 9949 JKT 10000, untuk setiap warga yang mengetahui adanya tendensi mengarah busung lapar maupun makan nasi aking di wilayahnya.
Pengaduan melalui PO BOX 9949 yang telah ditindaklanjuti antara lain Pengaduan Serikat Pekerja Pencatat Meter (Cater) dan Tenaga Kerja Pemutusan Penyambungan (Tusbung) PT. PLN UB. Distribusi Jaya, yang meminta kejelasan status pekerjaannya. Sejak bekerja di Koperasi karyawan PT. PLN (Persero) UB. Distribusi Jaya dan Tangerang, sekitar rata-rata 10 tahun bahkan sampai 20 tahun, pekerja tidak mendapatkan status karyawan yang jelas. Menindaklanjuti pengaduan ini, PT. PLN (Persero) memberikan penjelasan bahwa Pekerja Cater dan Tusbung adalah pekerja di perusahaan yang menerima pekerjaan dari PT. PLN (Per sero). Dengan demikian Tenaga Kerja tersebut tidak mempunyai hubungan hukum ketenagakerjaan dengan PT. PLN (Persero), tetapi merupakan tanggung jawab dari perusahaan Cater dan Tusbung.
Berbagai partisipasi masyarakat sangat membantu dalam penyelenggaraan pemerintahan menuju ”Good Governance dan Clean Government”. Namun bila ada organisasi maupun perorangan yang mengatasnamakan Presiden SBY atau para pembantunya dengan meminta dana dan fasilitas, perlu diwaspadai. Untuk mendapat kejelasan atas kegiatan-kegiatan yang diragukan kebenarannya, dapat menelpon (021) 3811044. Demikian juga dalam rangka untuk mengetahui lebih mendalam tentang program Pro-Rakyat, dapat membaca Pidato Awal Tahun Presiden yang bukunya telah didistribusikan, atau bagi yang memerlukan dapat memesan melalui SMS 9949.
Partisipasi masyarakat sangat membantu dan setiap pengaduan yang akurat dan lengkap melalui SMS 9949 dan PO BOX 9949 Jakarta 10000, atau melalui rubrik ini, akan ditindaklanjuti.
Sardan Marbun
Staf Khusus Presiden
*) Sebagaimana dikutip dari harian Rakyat Merdeka, edisi Selasa, 20 Maret 2007



