Berita Utama

Soal Penganiayaan Wartawan Website Presiden

Jakarta: Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng mengklarifikasi soal kejadian yang menimpa Moh. Anis, salah satu Redaktur Pelaksana website www.presidensby.info atau www.presidenri.go.id, dalam konferensi pers ketika mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada saat konsultasi dengan pimpinan MPR RI di Gedung Nusantara IV MPR-DPR RI, Selasa (27/3) sore.

Dalam kesempatan tersebut, Andi menceritakan kembali apa yang dialami oleh Redpel situs resmi Presiden SBY. "Minggu (25/3) malam lalu, beliau sedang makan malam di salah satu tempat makan di daerah Tanah Abang I. Tampaknya ada seorang anggota TNI yang pada waktu itu sedang mabuk, kemudian melakukan tindakan kekerasan kepada saudara Moh. Anis," jelas Andi kepada para wartawan.

Akibat tindakan kekerasan tersebut, mata kanan Moh. Anis bengkak, serta ada beberapa sayatan di tangan dan kepala. Anis harus menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit. Kendati demikian, hari ini, Redpel website Presiden tersebut sudah kembali bekerja.

Saat ini identitas pelaku kekerasan tersebut sudah diketahui. "Pelakunya adalah Bintara TNI AD, dan kesatuannya juga sudah diketahui," ujar Andi.

Saat ini, Moh. Anis atau yang akrab disapa Cak Anis, sedang melapor ke Garnisun Ibukota. Andi A. Mallarangeng sangat menyesalkan kejadian yang menimpa Cak Anis. "Yang berwenang harus menemukan pelakunya dan memberikan hukuman sesuai dengan aturan yang berlaku," Andi menegaskan. (osa/mit)