Berita Utama
Kamis, 5 April 2007, 16:54:55 WIB
Kunjungan Tun Musa Hitam
SBY Akan Hadiri World Islamic Economic Forum
Presiden SBY menerima kunjungan Tun Musa Hitam, Ketua World Islamic Economic Forum, di Kantor Presiden, Kamis (5/4) sore. (foto: abror/presidensby.info)
“Tun Musa Hitam datang secara khusus ke Jakarta untuk memberikan undangan kepada Presiden SBY untuk menghadiri World Islamic Economic Forum di Kuala Lumpur pada tanggal 28 – 29 Mei mendatang. Presiden dalam kesempatan tersebut menyatakan kesediaan beliau untuk menghadiri tersebut sebagai tamu kehormatan,“ kata Dino.
Tun Musa Hitam pada keterangan persnya mengatakan sangat senang dengan kesediaan Presiden SBY untuk hadir di konferensi World Islamic Economic Forum yang ketiga ini. “Saya atas nama Foundation atau Yayasan World Islamic Economic Forum selaku Ketuanya merasa sangat sukacita mendengar diberitahu oleh Presiden sendiri bahwa beliau akan dapat bersama-sama tokoh-tokoh di kalangan peringkat dunia yang akan datang ke Kuala Lumpur untuk mengambil bagian di dalam conference tahunan ini," ujar Tun Musa Hitam.
WIEF pertama berlangsung di Kuala Lumpur, sedangkan yang kedua di Islamabad, Pakistan. Dalam konferensi tersebut, lanjut Tun Musa Hitam, akan ada 2 level yang memberi makna begitu besar kepada WIEF di bidang kerjasama ekonomi di kalangan negara-negara yang menjadi anggota Organization of the Islamic Conference (Organisasi Konferensi Islam - OKI). Peringkat yang pertama adalah peringkat politik, yang tertinggi, dilakukan oleh para kepala negara. "Dan tiap-tiap kali kita mengadakan koferensi ini mengundang 4 – 5 kepala negara. Salah satunya, untuk tahun ini, adalah Presiden Indonesia," Tun Musa Hitam menjelaskan.
Peringkat kedua adalah peringkat menteri-menteri yang terkait bidang ekonomi dari berbagai negara sudah setuju untuk hadir. Selain itu ada pula masyarakat bisnis yang akan datang, bukan saja dari negara-negara anggota OKI, tapi juga dari komunitas bisnis internasional. "Mereka ingin bersama-sama menggerakkan bisnis masing-masing dan bekerjasama di bidang perdagangan, produksi, dan sebagainya. Ini lebih membanggakan kami sebagai satu organisasi yang bertanggung jawab untuk memberi tumpuan kepada pembangunan ekonomi," kata Tun Musa. (nnf)



