Berita Utama

Prihatin Terulangnya Kekerasan di IPDN

Presiden Akan Panggil Rektor

Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sangat prihatin dan menyesalkan atas terulangnya kekerasan yang terjadi di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Sumedang, Jawa Barat, yang menyebabkan tewasnya Praja Cliff Muntu, Ketua Kontingen Sulawesi Utara, Senin (2/4) malam. Untuk itu, Presiden akan meminta penjelasan Rektor IPDN, Senin (9/4) mendatang. Jubir Presiden Andi A.Mallarangeng menjelaskan hal tersebut, Sabtu (7/4) sore di Jakarta.

Andi menjelaskan, pada kasus kekerasan IPDN (dahulu STPDN) sebelumnya, Presiden SBY telah menginstruksikan kepada Mendagri dan Rektor IPDN I Nyoman Sumaryadi untuk melakukan perubahan serta pembenahan agar kekerasan tidak terulang lagi.”Ternyata kekerasan itu terjadi lagi, yang mengakibatkan tewasnya praja tingkat II IPDN Cliff Muntu,” ujar Andi.

Oleh karena itu, lanjut Andi, Presiden SBY memerintahkan Rektor IPDN untuk menjelaskan secara rinci kepada Presiden mengapa kekerasan bisa terjadi lagi. "Harus ada solusi agar kejadian ini tidak terulang lagi,” ujar Andi. Presiden SBY meminta Mendagri Ad Interim dan Kapolri untuk mendampingi saat Rektor IPDN dipanggil Presiden, lusa. (win)