Berita Utama
Rabu, 18 April 2007, 17:15:28 WIB
Presiden:
Bisnis Kerajinan Sangat Menguntungkan
Presiden SBY didampingi Ibu Negara serta Ibu Mufidah JK memperhatikan karya kerajinan pada acara pembukaan Inacraft 2007 di JCC, Rabu (18/4) sore. (foto: anung/presidensby.info)
Walaupun karya seni Indonesia memiliki kualitas yang baik serta keanekaragaman produk, kata SBY, tetapi para seniman dan perajin pada umumnya kurang memiliki bakat untuk berdagang. Oleh karena itu karya seni dan kerajinan yang mereka hasilkan sering tidak dapat dipasarkan secara optimal. “Tidak jarang pula, calon pembeli produk seni dan kerajinan tidak jadi membeli, karena faktor kemasan. Marilah kita pikirkan bagaimana mengemas secara baik,” ujar SBY yang sudah membuka Inacraft untuk ketiga kalinya.
Ditambahkan, keterlibatan para pengusaha dalam bisnis kerajinan akan dapat memperluas bidang usaha. “Bisnis ini akan sangat menguntungkan jika dikelola dengan sungguh-sungguh. Keterlibatan para pengusaha itu akan mendorong para seniman dan perajin untuk meningkatkan mutu karya-karya mereka. Semua ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, perluasan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan rakyat,” kata SBY.
Presiden berpesan kepada para perajin agar terus meningkatkan kualitas dari karya seni yang dihasilkan, perkaya kreatifitas, motif, gaya serta warna, agar dapat bersaing di pasar internasional. "Para perajin juga harus mengikuti isu-isu perdagangan internasional, seperti produk yang ramah lingkungan dan produk yang peduli akan kesehatan. Juga agar para perajin dan produsen untuk berani memunculkan dan mendaftarkan merk untuk produk yang dihasilkan, serta tingkatkan sinergi antara ekonomi, teknologi dan dunia usaha secara terus menerus yang ditunjang dengan research and development," kata SBY. “Marilah kita terus menggali dan mengembangkan sumber-sumber eknomi di negeri ini dari kekhasan, keunikan yang dimiliki oleh bangsa dan negara,” tambahnya.
Turut hadir pada acara pembukaan pameran itu antara lain, Menteri Perdagangan Mari L. Pangestu, Menteri Perindustrian Fachmi Idris, Menbudpar Jero Wacik, Menneg BUMN Sugiharto, Menneg Koperasi dan UKM Suryadharma Ali, serta dua Jubir Presiden, Dino Patti Djalal dan Andi A. Mallarangeng. (mit)



