Berita Utama

Reshuffle Kabinet Indonesia Bersatu

Presiden SBY didampingi Wapres JK, Menko Perekonomian, Menko Kesra, Menko Polhukam dan Seskab ketika mengumumkan reshuffle kabinet di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/5) sore. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY didampingi Wapres JK, Menko Perekonomian, Menko Kesra, Menko Polhukam dan Seskab ketika mengumumkan reshuffle kabinet di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/5) sore. (foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Tepat pukul 15.00 WIB, Senin (7/5) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukkam Widodo A.S, Menko Perekonomian Boediono, Menko Kesra Aburizal Bakrie dan Seskab Sudi Silalahi, mengumumkan pergantian nama-nama menteri yang diganti atau dipindahkan posisinya.

Berikut nama menteri yang diganti atau dipindah posisikan:
1. Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Sugiharto diganti Sofjan Djalil.
2. Menteri Komunikasi dan Informatika yang ditinggalkan Sofyan Djalil diganti Muhammad Noeh, seorang profesional mantan rektor ITS Surabaya dan seorang pakar teknologi informasi.
3. Jaksa Agung Abdulrahman Saleh diganti Hendarman Supandji, mantan Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus dan mantan Ketua Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
4. Menteri Sekrtaris Negara Yusril Ihza Mahendra diganti Hatta Rajasa
5. Menteri Perhubungan yang ditinggalkan Hatta Rajasa diisi Jusman Syafii Djamal, seorang profesional mantan Direktur PT. DI periode 2000-2002 dan anggota Timnas Evaluasi Keselamatan Transportasi.
6. Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaludin diganti Andi Mattalata, ahli hukum dan Ketua Fraksi Golkar DPR RI.
7. Meneg Pembangunan Daerah Tertinggal Syaefullah Yusuf diganti Mohammad Lukman Edi, Kader dari Partai Kebangkitan Bangsa.

”Saya dan Wapres pada kesempatan yang baik ini mengucapkan terimakasih dan penghargaan kepada para menteri dan Jaksa Agung yang akan meninggalkan jajaran Kabinet Indonesia Bersatu,” kata Presiden SBY. ”Para menteri tersebut telah bekerja dan berbuat untuk mensukseskan program pemerintah dalam keadaan yang tidak mudah. Masing-masing memiliki jasa dan sumbangan penting bagi kabinet, khususnya dan pada pemerintah dan negara umumnya,” Presiden menambahkan.

”Saya yakin dan mendoakan agar beliau-beliau dapat tetap berperan dan mengabdi bagi bangsa dan negaranya. Sebagai catatan, saya pribadi dan Wapres Mohamad Jusuf Kalla juga pernah diganti atau mengalami reshuffle dari posisi menteri beberapa tahun yang lalu. Alhamdulillah kami bisa kembali ke jajaran pemerintahan dan melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara,” jelas Presiden.

”Tentu pada saatnya nanti, ketika para menteri dan Jaksa Agung yang baru dilantik, saya mengucapkan selamat dan selamat bertugas kepada para menteri dan Jaksa Agung baru tersebut,” kata Presiden menutup keterangan persnya. (osa)