Berita Utama

Presiden Bantah Terima Dana DKP dan Dana Asing

Presiden SBY, didampingi Mensesneg Hatta Rajasa dan Seskab Sudi Silalahi,  memberi keterangan pers  soal isu dana DKP, di halaman istana, Jumat (25/5) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY, didampingi Mensesneg Hatta Rajasa dan Seskab Sudi Silalahi, memberi keterangan pers soal isu dana DKP, di halaman istana, Jumat (25/5) siang. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menerima dana Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), serta dana asing, saat mencalonkan diri sebagai Calon Presiden (Capres) pada tahun 2004. Hal itu ditegaskan Presiden SBY, Jum’at (25/5) siang, di halaman tengah istana. Saat memberi keterangan pers, Presiden didampingi Mensesneg Hatta Rajasa, Seskab Sudi Silalahi dan dua Jubir Presiden, Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal.

Kata SBY, "Hal ini akhirnya menjadi isu politik, karena diketahui salahsatu capres 2004 yakni Amien Rais telah mengaku menerima dana DKP dari Rohkmin Dahuri, dan kemudian Amien Rais mengembangkan opini, kemungkinan capres lain juga menerima, termasuk dana asing yang berasal dari Washinton,” kata SBY. Pada perkembangannya, lanjut Presiden, publik mengetahui arah opini yang dibangun, termasuk opini bahwa yang menerima dana asing adalah Capres SBY – JK. ”Awalnya saya tidak ingin menanggapi isu seperti ini. Tetapi akhirnya saya memandang perlu untuk memberikan penjelasan langsung, karena isu atau fitnah ini telah menyangkut kehormatan dan nama baik saya yang dilindungi secara hukum,” tegas Presiden.

“Saya dan Jusuf Kalla sekali lagi jelas, tidak pernah menerima dana DKP maupun dana asing itu. Dengan demikian opini yang dibangun benar – benar menyesatkan dan tidak sehat,” kata Presiden. Termasuk tim kampanye SBY – JK, lanjut Presiden, tidak pernah menerima dana DKP.

”Saya sudah hampir seminggu ini, melakukan pengecekan, melalui bapak Jusuf Kalla, melalui anggota tim kampanye, dan teman-teman lain, termasuk mempelajari nama-nama yang ada dalam dokumen yang diserahkan pada Komisi Pemilihan Umum (KPU), tidak ada keterangan yang bisa menguatkan bahwa anggota tim kampanye SBY – JK menerima dana DKP itu,” jelas Presiden.

“Disebut-sebut di media massa misalnya, disebut Imam Addaruqutni. Namun beliau sendiri sudah membantah, bukan tim SBY – JK, dan tidak menerima dana itu. Juga disebut-sebut ada Munawar Fuad, yang baik Pak Rokhmin dan Munawar Fuad sudah membantah, bahwa mereka tidak dalam kaitan tim kampanye SBY – JK, melainkan ada pekerjaan bersama yang mereka lakukan. Kemudian disebut – sebut Blora Center, juga telah memberikan penjelasan bahwa bukan tim SBY – JK,” ujar Presiden.Oleh karena itu, Presiden mempersilahkan untuk mengecek kepada sumber –sumber yang bersangkutan, karena menurut Presiden, dirinya ingin transparan dan terbuka agar diketahui persoalan yang sesungguhnya.

Walaupun ada peluang hukum yang bisa dilakukan oleh Presiden karena telah terjadi fitnah, tetapi menurut Presiden, sejauh ini dirinya belum termasuk untuk menuntut secara hukum, baik kepada Amin Rais maupun kepada pihak – pihak yang menuduhnya telah telah menerima dana DKP. "Saya tidak suka disebut sedikit –sedikit menuntut. Ini tidak sehat, kecuali bagaimana nanti perkembangannya, karena saya mengikuti terus dinamika perpolitikan di negeri ini,” kata Presiden. (osa/win)