Berita Utama
Senin, 28 Mei 2007, 15:02:45 WIB
Malaysia-Indonesia Business Roundtable
Kuala Lumpur, Malaysia: Tiada hal lain yang saya inginkan selain melihat kerjasama Indonesia-Malaysia yang demikian erat untuk dapat terus tumbuh dan berkembang. Hal tersebut dikatakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya di acara Malaysia - Indonesia Business Roundtable, Senin (28/5) pukul 14.00 waktu setempat, di Grand Ballroom B Hotel JW Marriott, Kuala Lumpur. Acara tersebut merupakan pertemuan Presiden SBY dengan pengusaha-pengusaha terkemuka Malaysia yang tergabung di dalam organisasi ASLI, MIBC (Malaysia-Indonesia Business council), KLBC (Kuala Lumpur Business Council) serta investor Malaysia di Indonesia.Tampak hadir mengikuti acara tersebut mendampingi Presiden, antara lain, Meakertrans Erman Soeparno, Menneg ESDM Purnomo Yusgiantoro, Menhukham Andi Mattalata, Menlu Hassan Wirajuda, Mendag Mari Elka Pangestu, Seskab Sudi Silalahi, dua anggota Wantimpres Ali Alatas dan Syahrir, serta dua Jubir Presiden Dino Patti Djalal dan Andi A. Mallarangeng.
"Hubungan dagang Indonesia dan Malaysia meningkat secara tajam dari 2.7 miliar dollar AS pada tahun 2001 menjadi 7.3 miliar dolar AS pada tahun 2006. Indonesia dan Malaysia saat ini secara bersama berupaya membentuk Komisi Bersama Perdagangan pada tingkat Menteri untuk terus meningkatkan peluang dagang di antara kedua negara kita," ujar Presiden di depan 84 peserta yang hadir.
"Besar harapan kami bahwa semua hal baik ini akan terus meningkat di masa mendatang, dan kami mempunyai alasan yang kuat untuk itu. Indonesia telah memiliki undang-undang investasi yang baru tahun ini. Dengan undang-undang yang baru, investor diberikan lebih banyak fasilitas seperti perizinan tanah dan keimigrasian yang semakin ramah. Investor asing akan memiliki hak kepemilikan tanah yang lebih lama dan keleluasaan untuk mengirim kembali modal mereka ke luar Indonesia. Undang-undang yang baru juga menjanjikan insentif fiskal bagi para investor termasuk pengecualian atau pengurangan Pajak Penghasilan, Bea Masuk, Pajak Pertambahan Nilai, dan Pajak Bumi Bangunan. Kami juga akan membentuk one-stop investor service center untuk mempercepat prosedur perizinan investasi," kata SBY.
Saat ini merupakan masa yang paling menggembirakan dalam pertumbuhan dan kerjasama usaha antara Indonesia dan Malaysia. Perekonomian Indonesia dan Malaysia sedang tumbuh, hubungan bilateral terus menguat, dan memiliki begitu banyak kepentingan yang sama. Saya berharap untuk melihat lebih banyak kerjasama dan investasi dari Malaysia. "Percayalah, bahwa kemitraan anda akan disambut dengan hangat di Indonesia," ujar SBY.
Dalam diskusi yang diadakan di akhir acara, dibahas pula mengenai masalah perekonomian, fasilitas kesehatan, beasiswa bagi para pekerja untuk meningkatkan sumber daya manusia. Acara tersebut juga dihadiri oleh Tanri Abeng, Mooryati Soedibyo, Martha Tilaar serta beberapa pengusaha lainnya dari Indonesia. (mit)



