Fokus

Kamis, 14 Juni 2007, 16:00:24 WIB

Presiden Undang para Gubernur dan Bupati

Persiapan untuk Mencegah Terjadinya Kebakaran Hutan

 

Jakarta: Presiden Susilo bambang Yudhoyono, Kamis (14/6) mengundang para gubernur dan bupati yang daerahnya rawan terhadap kebakaran hutan. Mereka diminta untuk mempresentasikan kesiapan daerah masing-masing untuk mencegah terjadinya bencana kebakaran yang terjadi setiap tahun, serta menyampaikan segala problema yang mereka hadapi.

Dalam rapat pencegahan kebakaran hutan yang dipimpin langsung Presiden ini hadir pula Menko Kesra Aburizal Bakrie, Menko Perekonomian Boediono, Menhut MS Ka'ban, Menkeu Sri Mulyani, Menlu Hassan Wirajuda, Menristek Kusmayanto Kadiman serta dua Jubir Presiden, Dino Patti Djalal dan Andi A. Mallarangeng. Sementara kepala daerah yang hadir antara lain Gubernur Riau Rusli Zainal, Gubernur Sumsel Mahyuddin, Gubernur Jambi Zulkifli Nurdin, Gubernur Kalbar Usman Ja'far, Gubernur Kalteng Agustin Teras Nasang, Gubernur Kaltim Suwarna Abdul Fatah, Bupati Pelalawan Azmun Ja'far, Bupati Kampar Jefry Noor, Bupati Tebo Madzin Muaz, Bupati Sambas Burhanuddin Rasyid, Bupati Kotawaringin Timur Wahyudi Anwar, serta Bupati Pulau Pisau Achmad Amur.

Usai mengikuti rapat, Menko Kesra Aburizal Bakrie menjelaskan, para gubernur tadi memberikan laporan tentang kesiapan daerahnya masing-masing dan langkah-langkah yang telah diambil, serta kesiapan kerjasama dengan TNI Polri, dengan Departemen Kehutanan, dengan kepolisian, dan sosialisasi kepada masyarakat. "Kali ini pemerintah sudah melakukan tindakan preventif dari tingkat bupati, serta sudah lebih siap menanggulangi terjadinya bencana kebakaran di daerah-daerah yang rawan terjadinya bencana kebakaran, antara di Provinsi Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Sumatera Utara.

Menurut Aburizal, kesulitan-kesulitan yang dihadapi adalah menghilangkan kebiasaan masyarakat untuk membuka lahan baru dengan cara melakukan pembakaran hutan. "Hal itu mereka lakukan karena lebih murah serta dianggap akan membuat tanah lebih subur. Kemudian juga seringnya terjadi kelalaian perusahaan-perusahaan perkebunan yang melakukan pembakaran hutan," katanya.

Dalam rapat tersebut, lanjut Aburizal, Presiden memberikan lima arahan kepada para bupati dan gubernur yang hadir. "Presiden mengharapkan agar semua yang disampaikan kepada gubernur dapat dijalankan dan disosialisasikan ke semua lapisan masyarakat. Kedua, penanggulangan diharapkan dilakukan pada tingkatan masing-masing dengan penuh tanggung jawab, dengan mengerahkan seluruh kemampuan yang ada. Menhut akan menyiapkan helikopter untuk mendukung daerah-daerah yang sering terjadi kebakaran. Keempat, SBY mengharapkan inisiatif TNI Polri untuk melibatkan diri dengan usaha pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran. Yang terakhir, Presiden berpesan agar segala tindakan dapat dilakukan sedini mungkin dengan menggunakan perangkat-perangkat yang ada, misalnya memanfaatkan laporan BMG, laporan dari satelit dan melakukan patroli terus menerus," kata Aburizal menutup penjelasannya. Saat memberi keterangan Pers, Aburizal didampingi seluruh kepala daerah yang mengikuti rapat. (mit)

 

 

Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Resmi Presiden Republik Indonesia - Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono
Hak Cipta dilindungi Undang-undang