Kamis, 14 Juni 2007, 23:00:12 WIB
SBY Baca Puisi
Presiden SBY membacakan puisi pada acara Parade Puisi Kebangsaan HUT ke I Harian Jurnal Nasional, di Teater 1 Blitz Megaplex, Kamis (14/6) malam. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, bersama para penyair, membaca puisi dalam acara Parade Puisi Kebangsaan yang diadakan dalam rangka HUT pertama Harian
Jurnal Nasional di Blitz Megaplex, Kamis (14/6) malam. Para pembaca puisi itu terdiri dari penyair, birokrat dan pengusaha, antara lain Sutardji Calzoum Bachri, Putu Widjaja, Butet Kertaredjasa, Sides Sudiyarto, Yose Rizal Manua, Fakhrunnas Jabbar, Sitok Srengenge, Jero Wacik, Andi Mallarangeng, Hasyim Arsal Al Habsyi, dan sebagainya.
Puisi yang dibacakan itu adalah karya SBY sendiri, bertemakan harmoni, kebebasan dan kedamaian, belum diberi judul.
Terbanglah wahai kebebasan
bersama angin dan burung-burung camar
di langit biru yang melambai
dan terus mengepak melantunkan dendang dan salam rindu
Di tanah itu,
pucuk-pucuk pinus mulai bersemi mekar
dan bersinar, ketika mentari pagi menyapa mawar-mawar merah di taman kota
yang penuh harapan dan kedamaian
Ketika aku menoleh ke belakang,
di senja yang temaram itu,
di kejauhan, sang surya bergeser perlahan ke peraduan.
Menyapa ,
memberi salam datangnya bulan dan bintang
yang bersinar di malam yang hening
dalam kebesaran jagad raya kita
Kekuasaan Sang Khalik yang luar biasa,
ketika siang berganti malam
ketika keteraturan galaksi dan alam semesta berjalan berkelanjutan
Tatanan
Harmoni
Keteraturan
Jagad besar kita
Kalau boleh kukabarkan kepada sebuah jaman yang belum datang
alangkah indahnya kebebasan
alangkah mulianya kedamaian
yang hidup teduh bersama harmoni dan keteraturan
Keniscayaan alam semesta
keniscayaan kehidupan kita semua(mit)