Fokus

Rabu, 27 Juni 2007, 15:02:21 WIB

Hubungan Indonesia - China Ditingkatkan

 

Presiden SBY menerima  Sun Jiazheng, Menteri Kebudayaan RRT, hari  Rabu (27/6) siang di Kantor Kepresidenan. (foto: muchlis/presidensby.info)
Presiden SBY menerima Sun Jiazheng, Menteri Kebudayaan RRT, hari Rabu (27/6) siang di Kantor Kepresidenan. (foto: muchlis/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (27/6) siang di Kantor Kepresidenan menerima Sun Jiazheng, Menteri Kebudayaan Republik Rakyat Tiongkok dan Dubes RTT untuk Indonesia, Lan Li Jun. Kedatangan Sun Jiazheng ini antara lain untuk menyampaikan rencana kerjasama antara Indonesia dan RRT dibidang kebudayaan, sekaligus untuk meningkatkan kunjungan wisatawan antara kedua negara. Saat menerima tamunya Presiden didampingi Menbudpar Jero Wacik, Seskab Sudi Silalahi dan Jubir Presiden, Dino Patti Djalal.

Menurut Menbudpar Jero Wacik, kedatangan Menteri Kebudayaan RRT beserta rombongan ini atas undangan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI guna menindak lanjuti pembicaraan kerjasama dalam bidang kebudayaan saat Presiden berkunjung ke RRT tahun lalu.” Saya ingin mereka melihat langsung dan memberi keyakinan bahwa situasi di Indonesia aman, dimana hubungan Indonesia dan China telah terjalin ribuan tahun yang lalu. Dan kerjasama Indonesia dan China ini bisa sangat kuat apabila didorong dari aspek kebudayaan, karena jejak hubungan itu telah ribuan tahun,” ujar Jero Wacik.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan RRT Sun Jiazheng, menyampaikan kegembiraannya bisa berkunjung ke Indonesia, bisa melihat langsung jejak-jejak hubungan Indonesia dan China yang telah terjalin ribuan tahun. "Hubungan itu akan dipererat lagi dengan adanya rencana kerjasama dimana yang riil segera dilaksanakan misalnya kerjasama di bidang museum serta benda –benda bersejarah yang akan dipamerkan, pembuatan film kebudayaan, pertukaran kebudayaan dan kesenian, sehingga diharapkan nantinya peningkatan turis dari China ke Indonesia maupun sebaliknya semakin besar,” ujarnya.

Ditambahkan Jero Wacik saat ini kunjungan turis China ke Indonesia masih sedikit, sekitar 80 ribu orang setaun. ”Jumlahnya memang masih sangat kecil. Mengapa ? Karena selama ini pintu gerbang Tiongkok ke Indonesia ditutup dan dipersulit, karena hubunganya memang hubungan tertutup. Tetapi sejak beberap tahun ini kita telah membuka pintu lebar-lebar. Visa on arrival diberlakukan untuk RRT, kemudian penerbangan langsung telah diperbanyak seperti dari Guilin dan Shanghai, dan diharapkan semakin banyak orang RRT kesini dan sebaliknya,” kata Jero Wacik. (wi)

 

 

Redaksi | Syarat & Kondisi | Peta Situs | Kontak
© 2006 Situs Web Resmi Presiden Republik Indonesia - Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono
Hak Cipta dilindungi Undang-undang