Berita Utama

Anggota Kongres AS Bertemu Presiden SBY

Presiden SBY, Kamis (5/7) pagi, menerima kunjungan tiga anggota House Democracy Assistant Commission dari Kongres AS, di Kantor Presiden. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY, Kamis (5/7) pagi, menerima kunjungan tiga anggota House Democracy Assistant Commission dari Kongres AS, di Kantor Presiden. (foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini, Kamis (5/7) pagi, menerima kunjungan tiga anggota House Democracy Assistant Commission (HDCA) dari Kongres Amerika Serikat, di Kantor Presiden. Mereka adalah David Drier California, James Moran dari Virginia, dan Donald Payne dari New Jersey.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama satu jam tersebut, menurut Jubir Presiden, Dino Patti Djalal, Presiden SBY menyampaikan penghargaan dan apresiasi terhadap hubungan antarlembaga yang dijalin antara DPR dan Kongres AS. Presiden mengatakan memang hal ini wajar dan perlu sebagai dua negara demokrasi besar di dunia.”Menurut Presiden, hal ini lebih memperkaya hubungan antara Indonesia dan AS, dan bukan hanya antarpemerintah tapi juga antarparlemen dan juga antarrakyat, atau people to people, “ kata Dino kepada wartawan usai mendampingi Presiden pada pertemuan tersebut.

“Presiden menyatakan bahwa, mengutip apa yang pernah dinyatakan mantan Menteri Luar Negeri Collin Powel bahwa Indonesia is the most misunderstood country in the world. Mengutip itu, Presiden menekankan perlunya semakin banyak anggota Kongres AS datang ke Indonesia untuk melihat situasi dan perubahan yang telah terjadi di Indonesia dalam beberapa tahun ini," Dino menambahkan.

Pertemuan Presiden SBY dan anggota HDCA itu, lanjut Dino, membahas berbagai isu. “Mereka pada umumnya optimis dan positif pada hubungan bilateral antara Indonesia dan AS. Mereka membahas mengenai perlunya ditingkatkan kerjasama ekonomi dan hubungan investasi. Mereka memuji kemajuan reformasi dan demokrasi di Indonesia. Mereka juga menghargai prestasi Indonesia di bidang counter terorrism dan mereka membahas pula mengenai masalah-masalah di Timur Tengah, terutama situasi Palestina, Irak dan Lebanon," ujar Dino.

Menurut Dino, salah satu anggota Kongres memberikan apresiasi terhadap peran Indonesia di Lebanon. “Dan mengenai Palestina, Presiden menyatakan prihatin terhadap perkembangan yang terjadi belakangan ini, dengan adanya perpecahan antara faksi-faksi politik di Palestina. Presiden menekankan kembali perlunya diupayakan persatuan kelompok-kelompok politik dan mengusahakan kembali terciptanya stabilitas di Palestina. Presiden juga mendorong perlunya tetap diupayakan dialog perdamaian dan proses dialog antar faksi-faksi di Palestina, terutama antara Fatah dan Hamas, dan agar upaya proses perdamaian tetap dimajukan,“ jelas Dino.

Presiden SBY berharap agar AS dapat memainkan peranan yang konstruktif untuk memajukan perdamaian di Palestina. "Presiden menyampaikan apresiasi atas dialog yang sekarang mulai dilaksanakan antara Amerika Serikat dan Iran, juga mengenai situasi di Irak. Presiden mengimbau agar Amerika Serikat terus melakukan dialog-dialog ini karena konflik-konflik di Timur Tengah hanya dapat diselesaikan dengan meningkatkan confidence building dan dialog antara pihak-pihak yang berkepentingan,“ kata Dino.

“Terakhir, Presiden menegaskan kembali bahwa yang unik dalam demokrasi Indonesia ini adalah bahwa di negara kita ini, Islam, demokrasi, dan modernitas dapat tumbuh bersama-sama dengan sehat dan hal ini diakui dan diapresiasi oleh tamu-amu Presiden dari House Democracy Assistant Commission," Dino menuturkan. (nnf)