Berita Utama
Kamis, 5 Juli 2007, 15:53:57 WIB
Eni Faleomavega Bertemu Presiden
Presiden SBY hari Kamis (5/7) siang menerima kunjungan Eni Faleomavega, anggota Kongres Amerika Serikat, di Kantor Presiden. (foto: anung/presidensby.info)
Dalam keterangan pers usai pertemuan, Dino Patti Djalal menjelaskan, pertemuan tersebut berjalan dengan sangat hangat dan bersahabat. “Saya bisa katakan extra ordinary meeting. Dari sejumah pertemuan Presiden yang pernah saya lihat ini adalah salah satu yang paling extra ordinary,“ kata Dino.
Dalam pertemuan tersebut, kata Dino, Presiden menekankan pentingnya hubungan Indonesia dan AS. “Presiden menekankan bahwa hubungan baik antara Indonesia dan Amerika Serikat, baik bagi Indonesia dan baik bagi Amerika, dan baik bagi dunia internasional. Dan Presiden menegaskan kembali komitmen pemerintah Indonesia untuk meningkatkan hubungan tersebut. Presiden juga menekankan bahwa Indonesia dan Amerika Serikat akan terus berupaya untuk bekerja sama menghadapi masalah global yang menjadi kepentingan bersama, misalnya APEC, East Asia Summit, masalah-masalah seperti climate change dan lain sebagainya,“ kata Dino.
“Agenda lain, Presiden juga memberikan penjelasan mengenai situasi di Papua, karena memang Eni Faleomavega sudah lama dikenal mempunyai perhatian yang besar terhadap perkembangan Papua. Dalam pertemuan tersebut Presiden menjelaskan mengenai penerapan baru yang diambil oleh pemerintah Indonesa di bawah pemerintahan Presiden SBY, termasuk semakin memperkuat otonomi di Papua, semakin memperkuat demokrasi. Ini ditunjukan dengan kehadiran dua Gubernur dari Papua dan dari Irjabar yang dipilih secara langsung untuk pertama kalinya secara demokratis. Juga mengenai apa yang beliau katakan sebagai kebijakan new deal policy, yang menekankan pada pembangunan sosial dan ekonomi. Terutama di bidang pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, pengentasan kemiskinan, dan juga apa yang disebut affirmative action yaitu kebijakan yang memberikan ruang dan kesempatan yang lebih besar bagi putra daerah Papua, dan juga pemberian alokasi pendanaan yang lebih besar bagi pemerintah daerah di Papua maupun Irjabar,“ Dino menambahkan.
“Presiden memberikan data-data ekonomi, misalnya untuk tahun 2006, pemerintah memberikan alokasi 1,9 miliar USD untuk Papua, dan untuk 2007 akan ditingkatkan menjadi 2,3 miliar USD untuk digunakan membantu pembangunan pemerintah daerah, dan juga anggaran pemerintah per kapita di Papua itu adalah yang paling tinggi dibanding provinsi lain di Indonesia,“ jelas Dino.
“Presiden membahas mengenai berbagai perkembangan di Papua dan Presiden sangat menghargai dapat bertemu langsung dengan congress man Eni Faleomavega yang dipandang sebagai sahabat Indonesia dan Eni Faleomavega juga menyatakan bahwa beliau sendiri adalah sahabat Indonesia,“ kata Dino.
Eni Faleomavaega dalam keterangan persnya mengucapkan terimakasih kepada Presiden SBY yang telah meluangkan waktu untuk bertemu dengannya. “Tadi kami mendiskusikan beberapa isu-isu penting yang menurut saya sangat berarti dan membuat anda yakin bahwa kami benar-benar menjaga hubungan bilateral negara kami yang akan berkelanjutan dan bertambah kuat,” terang Eni.
“Kami mendiskusikan pentingnya peran Indonesia pada situasi politik dunia saat ini. Indonesia bukan saja negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, namun juga negara dengan populasi umat muslim terbesar di dunia,” ujar Eni. “Indonesia dapat memberikan kontribusi dan memainkan peran penting untuk membawa kedamaian bagi negara-negara Islam di berbagai kawasan di dunia,” jelasnya.
Dalam pertemuan yang berlangsung dalam suasana yang sangat akrab dibicarakan juga masalah Papua dan masa depannya. “Saya sangat mengapresiasi komitmen Presiden SBY terhadap Papua. Tidak hanya dalam menyediakan sumber-sumber yang dibutuhkan, tetapi juga menyediakan bantuan yang saya percaya inilah yang diingkan masyarakat Papua selama bertahun-tahun,” kata Eni. “Dengan kapasitas saya sebagai ketua komisi Asia-Pasifik, saya berpendapat bahwa Indonesia adalah negara yang sangat penting bagi kawasan kami. Saya berharap di masa mendatang kita dapat terus melanjutkan dialog ini dan saya berharap apapun perbedaan yang mungkin kita temukan, saya sangat yakin bahwa kita dapat mencarikan solusi yang tepat,” ujar Eni. “Shukron,” tutup Eni yang dalam bahasa Arab berarti terimakasih. (nnf/osa)



