Berita Utama

Malam Anugerah Seni Masyarakat Karo

Presiden SBY menerima kenang-kenangan kain adat Karo, Beka Buloh, simbol pemimpin di tengah masyarakat, pada malam anugerah seni dan silaturahmi masyarakat Karo di JCC, Minggu (8/7) malam.(foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY menerima kenang-kenangan kain adat Karo, Beka Buloh, simbol pemimpin di tengah masyarakat, pada malam anugerah seni dan silaturahmi masyarakat Karo di JCC, Minggu (8/7) malam.(foto: anung/presidensby.info)
Jakarta: Presiden didampingi Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono menghadiri acara malam anugerah seni dan silaturahmi "Mejuah Juah Mburo Ate Tedeh" masyarakat Karo di seluruh Nusantara, di Plenary Hall Jakarta Convention Center, Minggu (8/7) petang. Acara tahunan masyarakat Karo kali ini bertemakan Kita Lestarikan Budaya Karo Sebagai Pilar Budaya Nusantara Untuk Perekat Bangsa Dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam acara yang kental dengan nuansa Karo tersebut, kedatangan SBY disambut hangat dengan lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan serentak secara khidmat oleh sekitar 3.500 undangan. Selain bersilaturahmi, dilakukan juga penganugerahan penghargaan kepada warga Karo yang telah berjasa di dalam bidang seni."Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk mengenang prestasi seni dan memberikan penghargaan kepada seniman dalam membangun semangat, kegembiraan dan menghilangkan rasa sedih," kata tokoh masyarakat Karo, Drs. Inget Sembiring.

Presiden SBY beserta Ibu Ani menerima kenang-kenangan berupa kain adat Karo yang langsung dipasangkan di pundak SBY dan Ibu Ani oleh Ketua Umum Yayasan Bengkel Seni 78, Tempel Tarigan. Beka Buloh, kain adat Karo yang merupakan simbol pemimpin di tengah masyarakat, diberikan kepada Presiden SBY. Sedangkan Ibu Ani Yudhoyono diberikan kain "Uis Gara".

SBY berharap acara ini dapat memacu kreativitas dan karya seni seluruh bangsa. "Dengan adanya acara ini saya harap dapat memacu seniman dan meningkatkan apresiasi kita terhadap seni budaya di tanah air," ujar SBY. Presiden juga berpesan agar kita selalu menjaga budaya tanah air Indonesia agar tidak pudar.

Presiden SBY beserta rombongan tetap tinggal di JCC sampai pukul 21.00 WIB untuk menyaksikan serangkaian acara, antara lain penyajian lagu-lagu batak yang dinyanyikan Tio Fanta, fashion show pakaian adat Batak karya Inar Purba, serta tari-tarian Batak.

Turut hadir dalam acara silaturahmi ini antara lain Seskab Sudi Silalahi, Menhut M.S. Ka'ban, Menbudpar Jero Wacik serta perwakilan Duta Besar negara sahabat. (mit)