Berita Utama
Rabu, 18 Juli 2007, 20:00:06 WIB
Presiden : Kita Sudah Melakukan Yang Terbaik.
Presiden SBY menghibur pemain tim Garuda usai dikalahkan tim Korsel di Stadion Gelora Bung Karno, Rabu (18/7) malam. (foto: abror/presidensby.info)
Sesuai dress code yang sudah diimbau untuk mengenakan baju putih, kepada wartawan dan semua petugas dalam rombongan Presiden, dibagikan kaos polo warna putih, dengan pita merah berukuran besar untuk dikalungkan di dada. Rombongan, termasuk dua bis berisi para wartawan, bergerak meninggalkan istana pada pukul 16.50 WIB bersama dengan rangkaian kendaraan Presiden SBY, Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono, putra Edhi Baskoro, menantu Annisa Pohan, dan beberapa menteri Kabinet Indonesia Bersatu.
Tiba di Gelora Bung Karno, Presiden SBY dan Ibu Negara yang juga mengenakan kaos polo putih dengan logo Garuda di dada kiri, berkalung pita merah, memasuki tribun utama, tepat sepuluh menit sebelum peluit pertama tanda pertandingan dimulai, ditiup wasit. Presiden dan Ibu Ani pun kemudian melambai - lambaikan bendera Merah Putih sambil tersenyum kepada para penonton yang menyambut.
Tampak hadir mendampingi Presiden, Ketua DPR-RI Agung Laksono, Ketua DPD-RI Ginandjar Kartasasmita,Menko Perekonomian Boediono, Mensesneg Hatta Rajasa, Menpora Adhyaksa Dault, Menkokesra Aburizal Bakrie, Menkominfo M.Nuh, Meneg Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, Jubir Andi Mallarangeng, Gubernur DKI Sutiyoso serta Ketua Umum PSSI Nurdin Halid.
Stadion Gelora Bung Karno yang berkapasitas 110 ribu orang tampak penuh. Warna putih dan merah terlihat mendominasi. Bendera merah putih, dan berbagai spanduk pembangkit semangat dibentangkan untuk memompa semangat Bambang Pamungkas dkk. Yel - yel, nyanyian pun secara ritmis dan terus - menerus dikumandangkan. Stadion gemuruh dengan antusiasme penonton.
Ketika lagu kebangsaan Korea Selatan dikumandangkan, seperti imbauan Presiden, penonton pun tampak khidmat mendengarkan sambil berdiri. Dan ketika lagu Indonesia Raya akan dinyanyikan suasana langsung mendadak hening. Kemudian semua dengam khidmat menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan penuh semangat. Rasa nasionalisme rasanya begitu kuat terasa. Bahkan di layar besar yang ada di kiri stadion, tertangkap kamera seorang penonton laki - laki yang mengenakan ikat kepala merah bertuliskan Indonesia dengan tinta putih tampak menyanyikan lagu Indonesia Raya sambil menangis. Suasana memang begitu mengharukan.
Pertandingan dimulai, tim Indonesia memang mengalami tekanan sejak menit - menit awal. Tapi penampilan penjaga gawang Markus Harisson perlu diberi catatan khusus. Berkali - kali Markus berhasil menyelamatkan gawang Indonesia. Hanya satu kali Markus berhasil kebobolan, yang kemudian membuat Indonesia terpaksa menyerah dengan skor 1-0 untuk Korea Selatan.
Usai pertandingan, Presiden dan Ibu Ani berdiri. Wajah keduanya memang nampak memendam kekecewaan sebagaimana puluhan ribu penonton di stadion dan puluhan juta lainnya di segala penjuru tanah air. Tapi senyum tetap tersungging di bibir SBY dan Ibu Ani. Presiden menepuk pundak Ketua Umum PSSI Nurdin Halid yang berada di samping kanannya, yang tampak mengusap air mata. "Sudah, sudah, nggak apa-apa. Kita sudah melakukan yang terbaik, " ujar Presiden. "Kita melawan tim yang biasa berlaga di Piala Dunia, gak apa-apa, kita sudah melakukan yang terbaik, kata Presiden sambil mengacungkan kedua ibu jari sebagai tanda pujian.
Jalannya pertandingan sendiri sebenarnya cukup seimbang dan seru. Melalui perjuangan yang tak kenal lelah tim Indonesia Indonesia akhirnya gagal melaju ke babak selanjutnya kejuaraan sepak bola Asian Cup 2007. Gol satu satunyanya tim Korsel itu diciptakan Lee Chung Soo (10) pada menit ke 33 babak pertama melalui tendangan keras dan datar, yang menggetarkan gawan Indonesi yang di jaga Markus. Ketinggalan satu gol, tim Merah Putih tak patah arang untuk melakukan serangan gol balasan. Tak kurang dari sembilan peluang hampir menggetarkan gawang korsel. Namun semuanya tak bisa di manfaatkan dengan baik oleh tim Merah Putih. Begitulah, tim Merah Putih memang kalah pengalaman dibanding lawan.
Sebelum meninggalkan stadion, Presiden dan Ibu Negara beserta rombongan turun dari tribun utama ke pinggir lapangan untuk menyalami tim nasional Indonesia yang baru saja selesai bertanding. Presiden dan Ibu Negara menyatakan kebanggaan mereka atas upaya terbaik yang telah diberikan tim nasional di bawah asuhan pelatih Ivan Kolev ini. Kemudian Presiden, Ibu Negara dan rombongn meninggalkan stadion pada pukul 19.33 dengan kaca mobil terbuka melambai - lambaikan tangan dan bendera Indonesia di tangan, kepada para penonton yang tidak bisa masuk ke stadion. (nnf/win)



