Berita Utama
Minggu, 22 Juli 2007, 14:29:45 WIB
Puncak Perayaan Hari Anak Nasional
Presiden SBY dan Ibu Ani menyaksikan ketrampilan anak-anak pada acara puncak Hari Anak Nasional, di Dunia Fantasi, Taman Impian Jaya Ancol, Minggu (22/7) pagi. (foto: anung/presidensby.info)
Di Hall Rama Shinta, Presiden SBY bersama anak-anak dan seluruh undangan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Turut hadir mendampingi Presiden antara lain Menkokesra Aburizal Bakrie, Mensos Bachtiar Chamsyah, Menkominfo M. Nuh, Menneg PAN Taufik Effendi, Menteri Negara Pemberdayaan PErempuan Meuthia Hatta serta Menhub Jusman Syafii Djamal.
Tema Hari Anak Nasional 2007 ini, kata Meneg Pora Adhyaksa Dault, pada hakekatnya merupakan harapan semua masyarakat Indonesia agar anak-anak di negeri ini sebagai asset bangsa bisa tumbuh dan berkembang secara optimal baik fisik, mental, sosial dan berakhlak mulia. Di tangan merekalah eksistensi bangsa dan negara dititipkan," katanya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan trophy kepada lima anak-anak berprestasi Indonesia. Dua orang diantaranya Ahmad Hulaefi (18) dari cabang olah raga Wushu yang memenangkan medali perak Kejuaraan Asia Junior Singapore 2005, serta Taryadi Tesar (18) dari cabang olah raga renang yang memenangkan medali emas Special Olympics Games Singapore 2005 dan medali perunggu Special Olympics Games Singapore 2005. Tiga orang anak berprestasi lainnya adalah Pemenang Pemimpin Muda Indonesia, antara lain Asep Ramdhani (16), Kadek Ridoi Rahayu (16) dan Joko Sukamto (17).
Usai pemberian penghargaan, Presiden SBY dan Ibu Negara melakukan video conference dengan perwakilan anak dari Nanggroe Aceh Darussalam serta dari Papua. Dua orang anak perwakilan dari Papua menyampaikan keinginannya agar Presiden mendirikan asrama yang letaknya tidak jauh dari sekolah, serta minta agar pendidikan diberikan secara gratis di sana. Salah seorang pelajar dari Papua, Dessy, meneteskan air matanya ketika menceritakan bagaimana mahalnya mendapatkan pendidikan. Di dalam dialog interaktif yang berlangsung selama kurang lebih 15 menit tersebut, Presiden berjanji akan berusaha sekuat tenaga untuk mengabulkan permintaan mereka.
Di dalam kesempatan yang sama, Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono memberikan sumbangan kepada Pemda NAD dan Papua, masing-masing berupa dua buah Mobil Pintar."Semoga Mobil Pintar bisa digunakan semaksimal mungkin. Dan semoga semua buku-buku yang berada di dalamnya dapat memberikan bacaan yang berkualitas bagi kalian semua," ujar Ibu Ani. Setelah melakukan video conference, Teater Tanah Airku, Komisi Nasional Perlindungan Anak serta anak-anak SOINA mempersembahkan kolaborasi seni berupa tari-tarian daerah, drama dan nyanyian.
Dengan menggunakan golf car, Presiden SBY yang didampingi oleh Ibu Ani kemudian menuju Museum Pentas Prestasi yang terletak di kawasan Dunia Fantasi, sambil menyaksikan pentas seni. Museum Pentas Prestasi yang digagas oleh Ibu Ani merupakan wadah yang menampilkan hasil karya anak Indonesia terbaik di tingkat nasional maupun internasional, baik dibidang seni, IPTEK seperti robot, toket hasil karya anak Indonesia yang berprestasi dan menjadi kebanggaan bagi Indonesia di dunia internasional.
Kedatangan SBY dan IBu Negara ke Museum Pentas Prestasi antara lain adalah untuk meresmikan pembukaan arena tersebut. Ibu Negara kemudian menekan sirine yang bersamaan dengan peluncuran dua roket karya anak bangsa, menandai diresmikannya pembukaan museum tersebut. Setelah menandatangani prasasti, Ibu Ani didampingi PResiden SBY kemudian mengunjungi museum tersebut. Di dalamnya terdapat berbagai macam karya anak bangsa, antara lain, Tarantula 116, adalah robot pendeteksi kebakaran karya Universitas Komputer Indonesia di Bandung. "Teruslah berkreasi dan melakukan inovasi-inovasi. Kami akan selalu mendukung kalian," kata SBY kepada anak-anak yang hadir.
Usai meninjau museum, Presiden beserta rombongan menyempatkan diri untuk mengunjungi Taman Kreativitas yang terletak di sebelah Museum Pentas Prestasi. Di sana ratusan anak-anak berprestasi mulai dari TK hingga SMP mempertunjukkan kemahirannya. Ada yang bermain balok, melukis, membuat anyaman akar wangi dan lain sebagainya.
Sebelum meninggalkan lokasi, Ibu Negara mencanangkan Gerakan Gemar Membaca dengan meluncurkan program "Book Drop" yang maksudnya adalah untuk menghimbau masyarakat untuk mengamalkan buku-buku yang tidak terpakai untuk dapat dibaca oleh yang membutuhkan. Di dalam kesempatan itu, Presiden dan Ibu Ani menyumbangkan sebagian bukunya ke dalam sebuah boks yang disediakan. (mit)



