Berita Utama

Soal Penyelesaian Korban Lumpur Sidoarjo

SBY: Pembayaran Uang Muka 20 Persen Harus Selesai Sebelum Akhir Ramadan

Presiden SBY, didampingi sejumlah menteri, memberikan keterangan pers tentang hasil kunjungan kerja di Korsel, di Hotel The Shilla, Seoul, Rabu (25/7) sore. (foto: anung/presidensby.info)
Presiden SBY, didampingi sejumlah menteri, memberikan keterangan pers tentang hasil kunjungan kerja di Korsel, di Hotel The Shilla, Seoul, Rabu (25/7) sore. (foto: anung/presidensby.info)
Seoul: Pembayaran uang muka 20 persen bagi korban lumpur Lapindo harus selesai sebelum Ramadan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan hal itu menjawab pertanyaan dalam konferensi pers menjelaskan hasil kunjungan kerja tiga hari ke Korea Selatan dengan wartawan Indonesia di Hotel The Shilla, Seoul, Rabu (25/7) sore.

Presiden SBY mengikuti dengan seksama dan memantau perkembangan penyelesaian masalah para korban luapan lumpur Lapindo ini setiap tiga hari sekali. “Yang saya inginkan sebelum Ramadan berakhir pembayaran 20 persen kepada penduduk yang terkena dampak lumpur Sidoarjo itu betul-betul sudah tuntas,” kata Presiden SBY.

Pembayaran ganti rugi tersebut, lanjut Presiden, sudah mengalami banyak kemajuan. Hal itu terjadi setelah Presiden turun langsung mengatasi masalah tersebut dalam kunjungan ke Sidoarjo, Jawa Timur, beberapa wakru lalu. SBY menghendaki masalah ini bisa diselelsaikan tepat waktu. “Sehingga bisa menyelesaikan masalah sosial di Sidoarjo," Presiden SBY menandaskan.

Ikut mendampingi Presiden dalam konferensi pers menjelaskan hasil kunjungan kerja tiga hari di Korea Selatan ini, antara lain, Menko Perekonomian Boediono, Menlu Hassan Wirajuda, Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu, Menneg Pora Adhyaksa Dault, Seskab Sudi Silalahi, dan kedua Jubir Presiden, Dino Patti Djalal serta Andi A.Mallarangeng. Juga hadir Dubes RI di Seoul Jacob Tobing, Ketua Kadin MS Hidayat, dan Emirsyah Satar. (har)
(har)