Berita Utama

Presiden: Komunitas ASEAN Harus Saling Bahu Membahu

Presiden SBY memberi sambutan pada pembukaan  ASEAN Forum 2007,  di Sekretariat ASEAN Foundation Jl. Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, Selasa (7/8) pagi. (foto: muchlis/presidensby.info)
Presiden SBY memberi sambutan pada pembukaan ASEAN Forum 2007, di Sekretariat ASEAN Foundation Jl. Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, Selasa (7/8) pagi. (foto: muchlis/presidensby.info)
Jakarta: Semua pemimpin harus saling bahu membahu dalam komunitas ASEAN, dan melakukan rethinking ASEAN. Demikian dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada acara ASEAN Forum 2007, di Sekretariat ASEAN Foundation Jl. Sisingamangaraja, Jakarta Selatan. Forum ASEAN ini mengambil tema Rethinking ASEAN Towards ASEAN Community 2015.

Oleh karena itu, lanjut Presiden, "tema yang ditetapkan oleh ASEAN Forum 2007 sangatlah tepat, karena tema tersebut merespon tantangan-tantangan yang akan dihadapi oleh negara-negara di Asia Tenggara di masa yang akan datang." Menurut SBY, ASEAN dapat menjadi pemain yang efektif di dalam keamanan, sosial budaya serta ekonomi di tingkat internasional. Namun hal tersebut akan berjalan sangat lamban apabila ASEAN terus bersikap lunak di dalam organisasi regional. "Rethinking ASEAN memiliki peranan yang sangat penting untuk beradaptasi dan merespon tantangan-tantangan di era globalisasi. Agar mampu menghadapi semua itu, kita harus selalu bersatu. Kita harus ingat bahwa yang merekatkan satu sama lain adalah kerjasama di bidang ekonomi serta pertukaran budaya yang dilaksanakan secara intensif dari dahulu sampai sekarang," kata SBY.

"Saat ini, kita harus memikirkan ASEAN yang baru. "Kita harus memikirkan keperluan political cohesiveness diantara para anggotanya. Political cohesiveness yang berasal dari komitmen terhadap nilai-nilai dasar demokrasi, hak asasi manusia dan open market," tambahnya. SBY menaruh harapan besar kepada ASEAN Forum 2007 ini agar dapat menjadi wadah untuk menampung segala aspirasi dari seluruh negara sahabat untuk membentuk ASEAN yang baru yang mampu menghadapi tantangan-tantangan di masa yang akan datang.

Pada acara ini, Presiden SBY menerima Distinguished Country Marketing Award, yaitu penghargaan yang diberikan pada pemimpin yang dianggap berkontribusi secara signifikan terhadap pembangunan suatu negara melalui pemasaran, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara bersamaan juga diluncurkan buku berjudul 3.0 Values-Driven Marketing" karya Hermawan Kertajaya dan Philip Kotler. Peluncuran buku marketing tersebut ditandai dengan pemberian buku pertama kepada Presiden SBY oleh penulis buku serta Jacob Oetama.

Turut hadir mendampingi Presiden dalam acara tersebut antara lain Menlu Hassan Wirajuda, Mendagri ad interim Widodo AS, Menkominfo M. Nuh, Seskab Sudi Silalahi serta Wantimpres Ali Alatas. (mit)