Berita Utama

Peringatan Detik-detik Proklamasi

Presiden SBY sebagai Inspektur Upacara menyerahkan Sang Saka kepada anggota Paskibraka, dalam upacara  HUT Kemerdekaan di Istana Merdeka, Jumat (17/8) pagi. (foto: cahyo/presidensby.info)
Presiden SBY sebagai Inspektur Upacara menyerahkan Sang Saka kepada anggota Paskibraka, dalam upacara HUT Kemerdekaan di Istana Merdeka, Jumat (17/8) pagi. (foto: cahyo/presidensby.info)
Jakarta: Tujuh belas dentuman meriam disertai bunyi sirine, suara beduk, dan lonceng gereja dibunyikan secara bersamaan selama satu menit. Kemudian, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku Inspektur Upacara pada HUT ke 62 Kemerdekaan RI, memimpin seluruh peserta upacara untuk mengheningkan cipta. Jalannya puncak peringatan detik-detik Proklamasi di halaman Istana Merdeka ini, disaksikan langsung ratusan peserta dan undangan, serta jutaan masyarakat Indonesia dari layar kaca, hari Jumat (17/8) pagi.

Hampir seluruh menteri Kabinet Indonesia Bersatu hadir. Nampak juga sejumlah mantan pejabat tinggi negara, serta seluruh Duta Besar negara-negara sahabat. Di sebelah kiri panggung, tampak para veteran yang menjadi saksi sejarah kemerdekaan. Hadir pula putra-putri mantan proklamator, antara lain Guntur Soekarnoputra, Guruh Soekarnoputra, dan Rachmawati Soekranoputri. Keluarga besar mantan Presiden Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana dan Mamik Soeharto juga menghadiri peringatan HUT Kemerdekaan RI ini.

Bertindak sebagai Komandan Upacara, Kolonel Inf Dedi Kusnadi Thamim yang saat ini bertugas sebagai ASOPS Kasdam Jaya. Tanda kebesaran dibuka, kemudian Naskah Proklamasi dibacakan Ketua DPD-RI Ginandjar Kartasasmita, dilanjutkan doa bersama yang dipimpin Menteri Agama Maftuh Basyuni.

Pasukan Pengibar Bendera Pusaka yang bertugas adalah kelompok Garuda. Dengan langkah tegap dan pasti, Ayu Tri Utami, pelajar asal Lampung yang bertugas sebagai pembawa baki menapakkan kakinya menaiki anak tangga Istana Merdeka untuk menerima bendera Merah Putih langsung dari Presiden SBY. Sang Saka Merah Putih kemudian dikibarkan oleh Wiratama Hadi Ramanto, pelajar asal Banten, Cecep Maulana pelajar asal Jawa Barat, dan Arip Budi Kususma, pelajar asal Bengkulu. Mereka membawa bendera Merah Putih hingga keujung tiang bendera.

Mengakhiri upacara, Paduan Gita Bahana Nusantara mengumandangkan lagu-lagu kebangsaan seperti Hari Merdeka, Api Kemerdekaan, dan Syukur. Paduan suara ini didukung 108 pelajar dan mahasiswa dari seluruh tanah air, 200 sekolah dasar DKI Jakarta, dan 200 pelajar SMP DKI Jakarta. Mereka mengenakan pakaian daerah dari daerah mereka masing-masing. (osa/nnf)