Berita Utama
Senin, 27 Agustus 2007, 14:26:37 WIB
Prihatin pada Nasib Ketua Juri Karate Indonesia
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merasa prihatin dengan apa yang dialami Ketua Juri Karate Indonesia, Donald Pieter Luther Kolopita, yang digebuki beberapa polisi Malaysia hingga babak belur, Jumat dinihari, tanpa alasan yang jelas. Demikaian dikatakan Meneg Pora Adhyaksa Dault usai menghadap Presiden SBY di Kantor Kepresidenan, Senin (27/8) siang. ”Meskipun demikian, kita harus sabar, tahan diri dan melakukan upaya hukum,” kata Adhyaksa Dault kepada wartawan.Menpora menceritakan kembali secara kronologis mengenai apa yang menimpa Ketua Juri Karate Indonesia tersebut. ” Donald ini sedang keluar bersama dengan seseorang bernama Fahri. Ketika menunggu taksi dan tidak segera mendapat, dia berjalan kaki. Tetapiu kemudian dia didatangi 4 orang yang mengira Donald dan Fahri adalah pendatang haram. Empat orang ini tanpa menunjukkan identitas tahu-tahu menghajar Donald sampai babak belur dan harus diopname di rumah sakit,” kata Adhyaksa Dault . "Matanya bengkak, sulit diobati, dan beberapa daerah vital di tubuhnya dipukuli serta ditendang hingga babak belur, lanjut Adhyaksa.
Dijelaskan pula oleh Adhyaksa bahwa Presiden SBY prihatin dengan masalah ini. ”Beliau bilang kerja sama Indonesia dengan Malaysia sudah baik. Beliau pritahin dan minta supaya masalah ini dapat segera diselesaikan menurut hukum dan aturan yang berlaku bagi pelaku penganiayaan,” ujar Adhyaksa. (mit)



