Berita Utama

Presiden di Bengkulu:

Mau Jadi Pemimpin, Siapkan Mental dan Pengorbanan

Presiden SBY dan Ibu Negara mendengarkan pemaparan  soal  Gempa Sumatera di SATKORLAK Bengkulu,  hari Senin (17/9) siang. (foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Negara mendengarkan pemaparan soal Gempa Sumatera di SATKORLAK Bengkulu, hari Senin (17/9) siang. (foto: haryanto/presidensby.info)
Bengkulu: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mewajibkan semua pemimpin turun ke lapangan ketika sedang terjadi krisis atau bencana. "Saya tidak bisa menerima alasan justru pada saat yang kritis, pemimpinnya tidak menjalankan tugas kepemimpinan. Siapapun, tingkat apapun, justru pada saat-saat yang menentukan, dia harus berada di lapangan mengambil resiko, mengatasi, memberikan direction ataupun instruksi-instruksi kepada bawahannya. Membimbing dan mengarahkan rakyat, sehingga semua bisa dilakukan dengan baik," kata SBY tegas usai menerima pemaparan dari Gubernur Bengkulu M. Najamudin di SATKORLAK Bengkulu pada hari Senin (17/9) siang.

Sebelumnya, Gubernur Bengkulu M. Najamudin melaporkan bahwa pendistribusian bahan pangan dan obat-obatan terkadang belum merata karena banyak sekali pemimpin daerah yang ikut mengungsi ketika terjadi bencana gempa bumi. Menanggapi hal tersebut, SBY tidak bisa menerima pemimpin mengungsi sehingga pengelolaan pendistribusian barang bantuan kurang baik. "Sambil mengungsipun masih bisa mengeluarkan perintah-perintah. Harus tetap dijalankan tugas kepemimpinannya," tegas SBY. "Saya menyerukan di seluruh tanah air, siapapun yang ingin jadi pemimpin, persiapkan sebaik-baiknya, mentalitasnya, kesetiaannya untuk berkorban dan pengetahuan serta ketrampilan yang lain," kata SBY.

Oleh karena itu SBY akan lihat di depan, secara langsung hal-hal apa saja yang dilakukan oleh para pemimpin dalam mendistribusikan bantuan. "Itulah memang. Kalau pemimpin tidak memimpin, hampir pasti tidak akan berhasil ," kata SBY dengan suara bergetar. "Kepemimpinan harus dijalankan dengan benar. Ambillah resiko, ambillah pengorbanan untuk rakyat kita. Saya tidak senang kalau ada satupun negara kita, penduduk Bengkulu yang memerlukan bantuan tidak kita bantu. Wajib hukumnya, satu orangpun harus kita bantu," tegas SBY. SBY mengajak seluruh aparat negara untuk bertanggung jawab kepada penduduk dan negara. "Mari kita ambil tanggung jawab mulai dari saya sampai ujung paling depan dari pemimpin-pemimpin di negeri ini," kata Presiden.

Usai mengikuti acara di Satkorlak Bengkulu, Presiden SBY beserta rombongan kemudian bertolak menuju Kabupaten Muko Muko , Provinsi Bengkulu dan Kecamatan Lunang Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat untuk langsung melakukan peninjauan ke lokasi-lokasi yang terkena bencana gempa bumi. Presiden beserta rombongan berangkat ke lokasi dengan menggunakan helikopter kepresidenan Super Puma TNI AU dari Bandar Udara Fatmawati Soekarno. (mit)