Berita Utama

Masalah Climate Change

Presiden: Dunia Harus Bertindak Nyata

Presiden SBY menyampaikan pidato pada Sidang ke-62 Majelis Umum PBB, New York, AS, Selasa (25/9) siang waktu setempat. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY menyampaikan pidato pada Sidang ke-62 Majelis Umum PBB, New York, AS, Selasa (25/9) siang waktu setempat. (foto: abror/presidensby.info)
New York: Masyarakat dunia harus mulai bertindak nyata untuk menanggulangi masalah pemanasan global dan perubahan iklim. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menekankan hal tersebut dalam pidatonya di depan Sidang ke-62 Majelis Umum PBB, di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat, Selasa (25/9) siang waktu setempat.

“Kami mengundang masyarakat di seluruh dunia untuk mencari jalan keluar dari permasalahan global warming ini,” kata Presiden SBY, yang menyampaikan pandangannya selama sekitar 15 menit, setelah Presiden Iran Mahmood Ahmaddinejad.

Indonesia telah merasakan akibat dari perubahan iklim (climate change) tersebut. Bencana tsunami, banjir, tanah longsor, musim yang tak beraturan, dan meningkatnya suhu udara serta air laut terjadi akibat perubahan iklim. Gejala pemanasan global, kata Presiden, sudah harus menjadi keprihatinan semua bangsa-bangsa di dunia.

Presiden SBY kemudian menegaskan, bahwa masalah pemanasan global atau perubahan iklim ini dapat dibicarakan secara sungguh-sungguh dalam Pertemuan ke-13 Negara-Negara Pihak dari Konvensi PBB mengenai Climate Change di Bali, Desember mendatang. Konferensi ini akan dihadiri negara berkembang maupun negara maju. (har)