Berita Utama

Presiden Buka Rakernas MUI

Presiden SBY menerima buku dari Ketua Umum MUI, KH Sahal Mahfudh, pada acara pembukaan Rakernas MUI di Istana Negara, hari Senin (5/11) pagi. (foto:anung/presidensby.info)
Presiden SBY menerima buku dari Ketua Umum MUI, KH Sahal Mahfudh, pada acara pembukaan Rakernas MUI di Istana Negara, hari Senin (5/11) pagi. (foto:anung/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan pembukaan Rapat Kerja Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun 2007 di Istana Negara, Senin (5/11) pagi. Rakesnas MUI berlangsung 3 hari, dari tanggal 4 s/d 6 November 2007 di Jakarta itu bertema “Revitalisasi MUI dalam mengemban tugas kebangsaan dan keumatan, diikui Dewan Penasehat MUI Pusat, Dewan Pimpinan MUI Pusat, Pimpinan MUI se-Indonesia, Pimpinan Ormas Islam tingkat pusat, dan para anggota pleno tingkat pusat.

Ketua Umum MUI Dr. K.H.M.A. Sahal Mahfudh dalam laporannya menjelaskan bahwa Rakenas merupakan salah satu forum tertinggi di lingkungan MUI. “Dalam forum ini akan dilakukan evaluasi pelaksanaan program selama satu tahun terakhir dan menetapkan prioritas program untuk tahun berikutnya, serta menyauti berbagai permasalahan aktual yang saat ini dihadapi umat dan bangsa,” kata Sahal Mahfudh.

Presiden SBY juga mengungkapkan bahwa forum MUI adalah forum yang amat mulia. “Sejak didirikannya, majelis ini merupakan wadah dari para ulama dan para cendekiawan muslim. Oleh karena itu betapa besar peran dan tugas yang diemban MUI,” ujar SBY. Presiden yakin, dengan fungsi dan peran MUI yang luas, dapat berkontribusi untuk pembangunan bangsa dan negara. “Ikut memecahkan berbagai permasalahan yang bukan hanya dihadapi umat, tetapi juga dihadapi masyarakat dan bangsa Indonesia seutuhnya,” lanjutnya.

“Saya memahami bahwa sejak didirikannya, MUI memiliki peran dan misi yang amat penting. Saya mempelajari apa yang sudah dilakukan MUI tentang perubahan komisi-komisi Depan Pimpinan MUI 2005-2010. Dalam catatan saya, ada sebelas komisi yang ada dalam MUI. Komisi koah, komisi fatwa, komisi dakwah, komisi hubungan luar negeri, komisi pemberdayaan perempuan, keluarga dan remaja, komisi kerukunan antar umat beragama, komisi pendidikan, komisi ekonomi, komisi pengkajian dan pengembangan, komisi hukum dan perundangan-undangan, dan komisi informasi dan komunikasi,” SBY menjelaskan. “Jabaran dari fungsi yang distrukturkan dalam komisi-komisi tersebut akan memberikan ruang yang luas dan akan dapat mengubah banyak hal di negeri kita ini menuju kearah yang lebih baik,” tambahnya.

Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, secara resmi Presiden SBY membuka Rakernas MUI yang dihadiri pula antara lain Menag Maftuh Basyuni, Ketua MK Jimly Asidiqie, Menko Polhukkam Widodo A.S, Menko Perekonomian Mendagri Mardiyanto, dan Mensesneg Hatta Rajasa. Usai meresmikan Rakernas MUI, Presiden SBY dan para menteri beramah tamah dengan lebih kurang 350 undangan yang hadir. (osa)