Berita Utama

Presiden Ajak MUI Jadi Pelopor Kehidupan Bernegara

Presiden SBY berjalan bersama Ketua Umum MUI, KH Sahal Mahfudh, pada acara pembukaan Rakernas MUI di Istana Negara, hari Senin (5/11) pagi. (foto:anung/presidensby.info)
Presiden SBY berjalan bersama Ketua Umum MUI, KH Sahal Mahfudh, pada acara pembukaan Rakernas MUI di Istana Negara, hari Senin (5/11) pagi. (foto:anung/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memohon fatwa kepada Majelis Ulama Indonesia, soal aliran sesat. “Ketika kita sama-sama ingin mencegah berkembangnya aliran sesat di negeri ini dan menanganinya dengan baik, maka sesuai dengan aturan main, kami memohon fatwa dari MUI,” kata Presiden SBY saat meresmikan pembukaan Rapat Kerja Nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI) tahun 2007 di Istana Negara, Senin (5/11) pagi.

“Presiden tidak bisa memberikan fatwa,” tegas SBY. ”Setelah fatwa dikeluarkan, maka perangkat negara sesuai dengan wewenang yang diberikan menurut UUD dan undang-undang akan menjalankan tugasnya. Paduan inilah yang diharapkan terus terjalin di waktu yang akan datang,” terangnya.

SBY juga memohon kepada MUI untuk memelopori dan mengajak umat untuk menjalankan kehidupan bernegara yang bertumpu pada konstitusi, undang-undang, dan berbagai etika dan aturan main yang berlaku. “Tindakan-tindakan sepihak, apalagi disertai kekerasan yang tidak sesuai dengan konstitusi dan undang-undang hanya akan menimbulkan permasalahan baru dan mengganggu perjalanan bangsa dan negara kita,” ujar SBY.

”Saya sedih, marah, jengkel, kalau sedikit-sedikit, negara-negara di luar negeri mengeluarkan travel warning kepada Indonesia. Dikatakan, Indonesia tidak aman untuk berinvestasi, kalau ingin, investasi saja ke negara-negara lain. Sakit dan rugi kita,” tegas SBY.

Presiden SBY minta kepada MUI untuk berdiri di depan di dalam menyelamatkan umat dari berbagai kemungkaran yang pada akhirnya menyelamatkan bangsa Indonesia. ”Saya mencatat ada 13 poin yang dirumuskan MUI yang harus diberantas. Kita harus betul-betul melakukan langkah-langkah sangat tegas dan tepat terhadap paham dan aliran sesat, yang berkaitan dengan tahayul dan mistik, perzinahan, perjudian dengan segala bentuknya, minuman keras, narkoba dan zat adiktif lainnya, pornografi melalui media massa, pornoaksi di ruang publik, korupsi dan suap, kekerasan terhadap wanita dan anak di kalangan kelurga, kekerasan di tengah masyarakat, perkelahian, pembajakan terhadap hak cipta, dan kejahatan,” jelas SBY. ”Saya dukung, mari kita jalanankan secara bersama-sama,” tegasnya. (osa)