Berita Utama

Seruan Presiden Untuk Sukseskan Kredit Usaha Rakyat

Presiden SBY menyampaikan sambutan  pada peluncuran program Kredit Usaha Rakyat, di Kantor Pusat BRI, Senin (5/11) siang.(foto: haryanto/presidensby.info)
Presiden SBY menyampaikan sambutan pada peluncuran program Kredit Usaha Rakyat, di Kantor Pusat BRI, Senin (5/11) siang.(foto: haryanto/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyerukan empat harapan dan ajakan kepada pihak-pihak yang terkait untuk menyukseskan program Kredit Usaha Rakyat.” Arahan saya ini, menyangkut mereka-mereka yang berada di pemerintahan, dan mereka yang berada di luar struktur pemerintahan. Pertama adalah semua Departemen, Kementrian, Badan Pemerintah yang terlibat langsung dalam kebijakan pemberian kredit dengan pola penjaminan ini harus sangat serius untuk menyukseskan program ini," kata Presiden SBY saat meresmikan peluncuran Kredit Usaha Rakyat BRI, di Kantor Pusat BRI Jakarta, Senin (4/11) siang.

"Saya tunjuk langsung di sini, Kementrian KUKM, Departemen Pertanian, Departemen Perikanan dan Kelautan, Departemen Perindustrian, Departemen Perdagangan, Departemen Kehutanan, Kementerian Negara BUMN. Ini pilar-pilar dari jajaran pemerintah yang mesti menyukseskan program ini. Kemudian PT Askrindo, Perum SPU, perbankan, BRI, BNI, Bank Mandiri, Bukopin, BTN dan Bank Syariah Mandiri, yang merupakan pelaku-pelaku utama atau main players. Berhasil atau tidak berhasilnya, apakah rakyat sungguh merasakan semuanya ini, maka yang saya sebutkan tadi memiliki peran sekaligus tanggung jawab yang tinggi,” lanjut Presiden SBY.

Hal kedua yang diminta Presiden, agar kebijakan dan program ini bisa berhasil dengan baik. "Semua pimpinan yang ada di daerah, gubernur, bupati, walikota, bahkan sampai tingkat camat dan kepala desa harus melakukan suatu yang sungguh-sungguh, agar UMKM dan koperasi di daerahnya bisa tumbuh dengan baik. Saya minta kepada mereka semua, yang merupakan instruksi saya untuk betul-betul peduli dan memberikan bantuan yang konkrit kepada UMKM. Terus menerus melalui cara ini mengurangi kemiskinan dan pengangguran yang ada di daerahnya masing-masing. Ingat, para gubernur, bupati dan walikota juga dipilih langsung oleh rakyat, tidak ditunjuk dan diangkat oleh Presiden. Rakyat yang memilih itu sebagian, bahkan sebagian besar mungkin, bila digabungkan adalah rakyat yang miskin. Para penganggur barangkali dan juga mereka-mereka yang bergerak di usaha mikro, kecil, menengah, secara moral mereka memiliki tanggung jawab untuk betul-betul menyukseskan program ini,” kata Presiden lagi.

“Ketiga, saya mengajak dan menghimbau dan berharap kepada pers dan media, LSM dan masyarakat luas untuk ikut memberikan informasi selengkap-lengkapnya kepada rakyat, utamanya kepada usaha mikro, kecil dan menengah. Saya minta untuk ikut mengawasi kami, mengawasi pemerintah, mulai dari presiden, menteri dan jajarannya gubernur, bupati walikota dan camat sampai dengan kepala desa. Apakah kami semua, kalau di daerah apakah pimpinan daerah serius untuk menjalankan ini semua. Karena UMKM tersebar di seluruh Indonesia. Yang lebih tahu kondisi adalah para pimpinan di daerah. Saya sering mendengarkan keluhan dari banyak pihak, bahkan ketika perbankan bertemu dengan pimpinan-pimpinan daerah, banyak pimpinan daerah yang responsif, yang peduli dan luar biasa kinerjanya. Tapi ada juga yang dianggap tidak begitu peduli, misalnya untuk menemukan dari desa ini, dari kompleks ini, berapa banyak yang masuk kategori usaha mikro kecil dengan tujuan akan dibantu dalam perkreditannya. Tetapi sering itu berjalan sangat lambat. Dan banyak hal. Ingat para pimpinan daerah, bahwa tujuan utama mensejahterakan rakyat. Tolong kita konsentrasi pada misi besar itu.dan kalau ini salah satu sarana untuk mencapai sasaran itu mari kita laksanakan dengan sebaik-baiknya,” himbau Presiden.

Dan yang keempat, ajakan Presiden untuk pelaku UMKM sendiri. “Saya minta gunakan kesempatan yang baik ini. Secara aktif saya minta juga untuk terus berkomunikasi, berkonsultasi dan minta bimbingan dari pihak-pihak terkait. Baik itu pimpinan daerah, pemerintah daerah, pihak perbankan yang tentunya tersebar di seluruh Indonesia. Dengan empat hal itu, saya yakin kebijakan dan program ini akan dapat kita laksanakan dengan baik,” kata Presiden.

Terakhir, kepada BRI, Presiden meminta agar BRI menjadi penjuru dalam menyukseskan program ini. “Kembangkan Unit BRI seluas-luasnya di seluruh tanah air. Makin dekat dengan rakyat yang dilayani, makin baik, ini juga seruan untuk dunia perbankan yang lain, atau lembaga-lembaga publik yang lain pula. Lanjutkan program bantuan yang sifatrnya pro rakyat, seperti pendidikan ,kesehatan, olahraga, dan CSR yang lain. Karena seberapapun saudara-saudara membantu masyarakat di sekitar, sangat besar dampaknya bagi mereka. Lanjutkan pengembangan energi nabati dan revitalisasi perkebunan, dua-duanya ingin kita capai, yaitu ketahanan pangan dan ketahanan energi. Sambil meningkatkan ketahanan pangan dan energi, dari revitalisasi perkebunan dan pengembangan energi nabatri itu sekaligus menggerakkan ekonomi lokal, memberikan lapangan pekerjaan, dan tentu mengurangi kemiskinan saudara-saudara di wilayah itu. Teruskanlah meningkatkan kinerja BRI. Kita ingin bisnis performace BRI terus meningkat, sebagaimana harapan saya, kinerja bisnis perbankan di Indonesia. Karena dunia perbankan yang maju akan menggerakkan dunia perekonomian akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat kita, “ kata Presiden mengakhiri sambutannya. (nnf)