Berita Utama

Percakapan Presiden dengan Kepala Pusat Vulkanologi

Ini Akhir Sandiwara Kelud, Kata Surono

Presiden SBY melakukan percakapan telepon dengan Surono, Kepala Pusat Vulakonologi dan Mitigasi Bencana Geologi, di Kantor Presiden, Selasa (6/11) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY melakukan percakapan telepon dengan Surono, Kepala Pusat Vulakonologi dan Mitigasi Bencana Geologi, di Kantor Presiden, Selasa (6/11) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Untuk mengetahui kondisi terakhir Gunung Kelud, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkomunikasi langsung dengan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Dr Surono, melalui telepon, Selasa (6/11) siang. Presiden menelepon dengan telepon selular dari meja kerjanya di Kantor Presiden, sedangkan Surono berada pos pengamatan, sekitar 7,5 km dari puncak Gunung Kelud. Percakapan SBY dengan Surono disaksikan Jubir Presiden Andi A.Mallarangeng dan para wartawan yang biasa bertugas di Israna.

Berikut petikan percakapan telepon tersebut:

SBY: Halo.
Surono (S): Halo, selamat sore, Pak Presiden.
SBY: Sore Pak Rono. Pak Rono posisinya dimana sekarang?
S: Sekarang saya bersama tim berada di pos pengamatan Gunung Kelud. Salam hormat kami dari tim untuk Bapak.
SBY: Terima kasih, selamat bertugas juga. Berarti lebih di atas dibandingkan kecamatan Kepung kemarin?
S: Betul, Bapak Presiden, kami berjarak 7,5 km dari puncak Gunung Kelud.
SBY: Baik, tolong dilaporkan perkembangan situasi terakhir. Meskipun saya juga terus memantau, apa perkembangan terkini atau hari ini?

S: Tadi tim kami menuju ke puncak Gunung Kelud dengan suatu perlengkapan teknologi untuk perlindungan. Kami mengamati bahwa terjadi pertumbuhan kubah lava di tengah danau Gunung Kelud yang tingginya diperkirakan sudah 70 meter dari permukaan air danau kawah Gunung Kelud. Kemudian ada blast, semacam lontaran pada saat itu. Kami perkirakan puncak krisisnya pada 3 November pukul 16.00 WIB, karena di situ perahu kita hilang dan dayung kita berjarak 30 meter dari danau, Bapak Presiden.

SBY: Apa artinya semua itu?
S: Artinya adalah bahwa Kelud masuk dalam suatu sejarah atau tipe letusan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Bapak Presiden. Sebelumnya explosive, berupa suatu ledakan. Sekarang tipe ledakannya perlahan magma keluar dari tengah danau gunung membentuk kubah lava. Begitu Bapak Presiden.

SBY: Ada pakar yang mengatakan, saya juga mengikuti running text di berbagai televisi dalam dan luar negeri. Apa betul sebagian pakar mengatakan sesungguhnya sudah terjadi letusan Gunung Kelud itu?
S: Sebetulnya kalau ditanya apakah Gunung Kelud sudah meletus, karena menurut para wartawan itu meletus identik dengan ledakan. Kami tidak bisa menjawab ke arah itu Bapak Presiden. Tetapi kalau ditanya apakah Gunung Kelud sudah memasuki fase erupsi, saya jawab iya. Tapi erupsinya adalah erupsi efusif artinya erupsi yang bukan ledakan, tetapi erupsi yang perlahan. Begitu Bapak Presiden.

SBY: Apa ini berarti Pak Rono, kita mengetahui perilaku atau karakter Gunung Kelud dan letusannya selama ini dalam sejarah, dan selalu ada big bang, tidak seperti Gunung Merapi yang continuous eruption. Apakah ada pergeseran karakter dengan penjelasan yang Pak Rono sampaikan, sehingga bisa jadi ada letusan-letusan semacam itu secara beruntun, dan tidak harus satu letusan besar?

S: Yang jelas Bapak Presiden, karakter Gunung Kelud itu sudah berubah. Yang tadinya letusannya bersifat eksplosif suatu ledakan, sekarang itu sudah berubah menjadi efusif, perlahan membentuk kubah lava. Sehingga kemungkinan katalog dunia tentang gunung api akan kehilangan salah satu gunung api yang memiliki danau kawah. Karakter Gunung Kelud sudah sama sekali berbeda dengan letusan-letusan sebelumnya yang dalam sejarah kita rekam.

SBY: Baik, dalam analisis dan dari perkiraan yang Pak Rono dengan tim lakukan sekarang ini, apakah berarti ada kemungkinan dalam waktu dekat akan ada yang disebut letusan atau justru dengan perubahan karakter ini bisa dilakukan perkiraan yang betul-betul akurat?
S: Mohon maaf, mungkin saya agak sedikit mendahului. Analisis masih berlangsung hari ini, dan kami akan melakukan suatu evaluasi besar-besaran. Kemungkinan ini adalah fase akhir dari proses aktivitas Gunung Kelud, dari level waspada pada 11 September, siaga 29 September, awas 16 Oktober, dan sampai sekarang rasanya secara scientific, ini akhir dari "sandiwara" Kelud yang sudah berubah dari karakter sebelumnya. Kemungkinan besar untuk terjadi erupsi eksplosif seperti karakter Gunung Kelud sebelumnya kecil kemungkinan terjadi. Mungkin dapat dikesampingkan. Namun kami masih melakukan evaluasi, karena pesan Bapak Presiden satu: nyawa tidak ada toleransi.

SBY: Pak Rono, apakah saudara-saudara kita yang kemarin saya lihat langsung di Wates, di Kepung, itu masih berada di tempat pengungsian atau sudah ada juga yang --karena melihat barangkali tidak meletus-- kembali ke tempat asalnya?
S: Ada sebagian yang sudah kembali ke tempat asalnya, sebagian lagi tetap bertahan di pos pengungsian.

SBY: Apakah hubungan kerjasama Dinas Vulkanologi dengan aparat, baik Polisi, TNI dan pimpinan daerah khususnya bupati, camat masih berlangsung dengan baik?
Sr: Selalu Bapak Presiden, kami selalu menginformasikan lebih dahulu kepada Satlak (satuan pelaksana) Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang. Bahkan setiap hari kami dikunjungi oleh aparat keamanan dan Polri/TNI, masuk ke pos kami. Tentunya tidak semua pihak boleh masuk ke pos kami, karena ini masih dalam daerah rawan bencana. Kami hanya mentolerir TNI/Polri yang boleh masuk ke sini.

SBY: Baiklah Pak Rono, saya sudah mengerti penjelasan dan laporannya. Pertama, lanjutkan tugas dengan tetap memperhatikan keamanan, keselamatan petugas kita yang paling depan. Terus telaah dan awasi sambil mempersiapkan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi. Kedua, terus lakukan koordinasi dan kerjasama sebaik-baiknya dengan pemerintah dan aparat daerah. Kemudian yang ketiga, laporkan hal-hal yang menonjol kepada pihak yang terkait, dan kepada saya, terutama kalau pengamatan sekian jam mendatang atau satu dua hari ke depan ini ada sesuatu yang signifikan yang perlu saya ketahui, menyangkut bagaimana kelanjutan dari Gunung Kelud ini.

S: Baik, Pak Presiden. Kami laksanakan.
SBY : Baik, saya kira itu, terima kasih. Selamat bertugas.
S: Terima kasih Pak.

(nnf)