Berita Utama

Munas XIII Pepabri dan Perip

SBY: Jangan Cemas Soal Arah Reformasi

Jakarta: Dewasa ini, Indonesia berada dalam perubahan besar. Karakter atau sifat bangsa yang sedang mengalami perubahan biasanya gamang, cermas, dan mengalami disorientasi soal arah pembangunan dan nasib reformasi. Menurut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hal tersebut sangat wajar. Namun kecemasan dan kegamangan itu tidak boleh dibawa secara berlebihan.

“Kita tidak boleh terlalu cemas dan gamang terhadap apa yang sedang dilakukan bangsa ini. Was-was boleh, waspada harus, khawatir kalau ini salah arah juga wajar. Tapi kalau kita terlalu cemas dan tidak mempercayai semua yang sedang mengemban amanah di negeri ini, tentu saja hal itu tidak baik,” kata Presiden SBY saat meresmikan Pembukaan Munas XIII Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan Polri (Pepabri) dan Persatuan Istri Purnawirawan (Perip) di Istana Merdeka, Rabu (7/11) pagi. “Kami semua, pengelola kehidupan berbangsa dan bernegara sangat mencintai dan sangat setia terhadap sang merah putih. Kami juga mempertaruhkan jiwa dan raga dalam banyak kesempatan untuk sang merah putih.

SBY mengajak semuanya untuk memahami kembali visi dan kepejuangan Pepabri. “Dua karakter utama Pepabri adalah pejuang dan pembangun. Visi pepabri adalah memberikan dharma bhaktinya yang terbaik kepada bangsa dan negara. Pengabdian memang tidak pernah mengenal akhir,” ujar SBY. “Ciri pokok Pepabri adalah organisasi kekekeluargaan, kebersamaan, dan persaudaraan. Organisasi perjuangan, organisasi kesejahteraan, dan organisasi yang partisipatif. Melihat sifatnya yang demikian tentu saja Pepabri bukanlah organisasi yang bercirikan organisasi politik praktis,” lanjutnya.

“Saya meminta maaf kalau peningkatan kesejahteraan itu belum mencapai taraf yang dilakukan, tapi kami akan terus meningkatkan. Tiap tahun gaji PNS kita naikkan. Kami ingin menyesuaikan agar lebih layak dan tepat. Demikian juga bagi yang tidak berskala gaji seperti petani atau nelayan, kita juga memikirkan bantuan tunai langsung, subsidi, pendidikan, dan kesehatan. Ini upaya panjang,” SBY menegaskan. “Namun sekali lagi, kami memang belum bisa mencapai tingkat ideal sebagaimana yang kita harapkan bersama. Oleh karena itu, saya meminta kepada menteri terkait untuk melihat tunjangan veteran, gaji pensiunan, kesejahteraan lanjut usia, dan keluarga perjuang. Semua harus kita perhatikan secara adil,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut SBY juga memberikan sembilan harapan dan ajakan kepada Pepabri dan Perip. “Yang pertama, teruslah melanjutkan pengabdian dan terus ikut membangun bangsa. Kedua, teruslah menjadi benteng tegaknya NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Ketiga, teruslah ikut memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa. Keempat, dalam menyampaikan aspirasi, saya mengajak keluarga besar Pepabri dan Perip untuk memberikan contoh melalui koridor konstitusi, undang-undang, hukum, aturan main, dan etika yang berlaku,” kata SBY.

Harapan dan ajakan Presiden SBY yang kelima adalah mengharapkan agar Pepbari dan Perip menjadi rumah yang teduh bagi semua purnawirawan, meskipun posisi politik bisa saja berbeda. “Keenam, marilah kembangkan sikap saling hormat menghormati. Tujuh, saya mendorong agar Pepabri dan Perip terus memikirkan kesejahteraan anggota. Delapan, meskipun tidak lagi berada dalam struktur KBA yang kita anut dulu, dalam artian organisasi yang berdimensi politik praktis, jajaran TNI dan Polri aktif wajib memelihara hubungan silaturahmi. Dan yang terakhir, saya berharap munas ini dapat dilaksanakan dengan tertib dan demokratis,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Pepabri I.G.M. Putera Astaman dalam laporannya menyampaikan, sebagai suatu organisasi yang berwatak pejuang dan non partisan, Pepabri memiliki kesetiaan yang tidak tergoyahkan terhadap eksistensi NKRI yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945. “Tema Munas Pepabri kali ini yang kami ambil adalah “Bersama seluruh komponen bangsa berperan serta mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur dalam wadah NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945”, kata Putera. “Munas ini diikuti DPP Pepabri dari 30 DPP dan 314 DPC tingkat kabupaten kota seluruh Indonesia. Munas XIII PEPABRI/2007 akan berlangsung di Jakarta pada tanggal 7 November 2007 sampai dengan 9 November 2007,” lapornya.

Hadir pula dalam peresmian pembukaan Munas tersebut antara lain adalah Menko Polhukkam Widodo A.S., Panglima TNI Djoko Suyanto, Kepala Staf AU Marsekal TNI Herman Prayitno, Tri Sutrisno, Wismoyo Arismunandar, Linda Agum Gumelar, dan Murniati Widodo A.S. (osa)