Berita Utama

Presiden Lantik KSAL Laksamana Madya TNI Sumardjono

Presiden SBY mnelantik KSAL baru, Laksamana Madya Sumardjono, di Istana Negara, Rabu (7/11) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Presiden SBY mnelantik KSAL baru, Laksamana Madya Sumardjono, di Istana Negara, Rabu (7/11) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hari Rabu (7/11) siang, melantik Kepala Staff Angkatan Laut (KSAL) yang baru, Laksamana Madya TNI Sumardjono, menggantikan Laksamana TNI Slamet Soebijanto. Pelantikan dilaksanakan di Istana Negara, tepat pukul 14.00 WIB dan dihadiri oleh Wapres Jusuf Kalla, Menko Perekonomian Boediono, Menkominfo M. Nuh, Menbudpar Jero Wacik, Mendag Mari Elka Pangestu, Menag Maftuh Basyuni, Seskab Sudi Silalahi serta Jubir Presiden Andi A. Mallarangeng.

Sebelum acara pelantikan, Sekretaris Militer Bambang Soetedjo membacakan SK Presiden No.43 TNI/2007, yang isinya antara lain, memberhentikan dengan hormat Laksamana TNI Slamet Soebijanto dari jabatannya sebagai KSAL disertai ucapan terima kasih atas pengabdian dan jasa-jasanya. Kemudian mengangkat Laksamana Madya TNI Sumardjono Nrp; 7325P sebagai KSAL. SK tersebut ditandatangani Presiden tanggal 31 Oktober 2007.

Dengan mengikuti kalimat yang diucapkan Presiden SBY, Laksamana Madya TNI Sumardjono mengucapkan sumpah secara agama Islam. “Demi Allah saya bersumpah, bahwa saya untuk diangkat pada jabatan ini, baik langsung ataupun tidak langsung, dengan rupa atau dalih apapun juga, tidak memberi atu menyanggupi, akan memberi sesuatu kepada siapapun juga. Bahwa saya tidak akan menerima hadiah, atau suatu pemberian berupa apa saja, dari siapapun juga yang saya tahu atau patut dapat mengira, bahwa ia mempunyai hal yang bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan saya. Bahwa saya akan tetap setia kepada Undang-undang Dasar dan memelihara segala peraturan yang berlaku bagi Negara Republik Indonesia. Bahwa saya akan senantiasa menjungjung tinggi Sumpah Prajurit.”

Laksamana Madya TNI Sumadjono sebelumnya menjabat sebagai Inspektorat Jenderal Departemen Pertahanan. Laksamana berbintang tiga tersebut dilahirkan di Yogyakarta pada 21 Juni 1951. Tanda jasa yang dimilikinya, antara lain, Bintang Dharma, Bintang Yudha, Dharma Pratama, Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Jalasena Pratama dan masih banyak lagi. (mit)