Berita Utama

BRR Laporkan Kinerja 2,5 Tahun di Aceh-Nias

Ketua BRR Kuntoro Mangkusubroto menyerahkan laporan perkembangan kinerjanya selama 2,5 tahun di Aceh dan Nias, di Kantor Presiden, Kamis (8/11) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Ketua BRR Kuntoro Mangkusubroto menyerahkan laporan perkembangan kinerjanya selama 2,5 tahun di Aceh dan Nias, di Kantor Presiden, Kamis (8/11) siang. (foto: abror/presidensby.info)
Jakarta: Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) melaporkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang sudah berjalan selama 2,5 tahun ini di Aceh dan Nias. "Kami menyiapkan sebuah buku laporan yang kami serahkan kepada Bapak Presiden," kata Ketua BRR Kuntoro Mangkusubroto kepada wartawan usai pertemuan di Kantor Presiden, Kamis (8/11) siang.

Hingga Oktober 2007, lanjut Kuntoro, sudah 102.063 unit rumah dibangun. Peresmian rumah ke-100 ribu baru akan dilakukan di Calang, sekitar dua pekan lagi.

Mengenai proses penunjukkan langsung untuk membangun prasarana penunjang perumahan, Kuntoro menjelaskan bahwa hal itu dilakukan untuk mempercepat proses.”Bapak Presiden memberikan arahan bahwa untuk membangun sarana dan prasarana permukiman yang belum selesai supaya bisa mengejar waktu untuk bisa diberikan penunjukkan langsung. Tapi ini bukan membuat rumahnya, melainkan membuat prasarana, misalnya MCK, septic tank, jalan desa, bukan rumahnya," Kuntoro menambahkan.

Pembangunan perumahan direncanakan selesai pada April 2008. Diharapkan pada saat itu jumlah rumah yang akan dibangun kira-kira ada 140-an ribu unit. "Tapi ini sangat bergantung pada pencatatan terakhir karena ini sedang berjalan,“ ujar Kuntoro.

Saat ini, menurut Kuntoro, dana yang berasal dari multi donor masih terseisa 150 juta dolar AS dan akan digunakan untuk pembangunan di Aceh hingga tahun 2012. “Kami melaporkan tadi kepada Bapak Presiden bahwa sesuai arahan Bapak Presiden bahwa BRR hanya akan beroperasi sampai dengan bulan April 2009. Dan kegiatan-kegiatan pembangunan oleh BRR akan berakhir November tahun 2008. Saya kira ini adalah jadwal-jadwal yang tadi mendapatkan konfirmasi dari Bapak Presiden, dan setelah itu pembangunan akan berlangsung seperti biasa yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah,” Kuntoro menerangkan.

Dijelaskan oleh Kuntoro, Presiden SBY menyambut baik kinerja BRR. ”Dan beliau memberikan pernyataan bahwa semua pihak nampaknya puas dengan kemajuan pembangunan rekonstruksi di Aceh,” kata Kuntoro. (nnf)