Berita Utama

"Dari KM 0,0" ke Luwu Timur, Sulsel


Malili, Sulsel: Buku Dari KM 0,0 karya Dr. Andi Alifian Mallarangeng, hari Jumat (9/11) sore diluncurkan dan dibahas di Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan. Buku yang berisi kumpulan kolom Andi seputar dibahas di halaman depan rumah Bupati Luwu Timur, Andi Hatta Marakarma. Meski Malili diguyur hujan deras, namun antusias para undangan untuk hadir tidak surut. Sejak siang para undangan mulai berdatangan, sebahagian rela berbasah-basah. Diperkirakan sekitar 500 undangan hadir memenuhi kursi yang disiapkan panitia. Beberapa masyarakat berdatangan bukan hanya dari Luwu Timur, tapi juga datang dari kabupaten terdekat yakni, Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Kabupaten Luwu Utara, Kabubaten Kolaka Utara.

Dalam sambutan pembukanya Andi Mallarangeng mengungkap bahwa peluncuran buku ini sengaja dilakukan di Malili, karena masyarakat di daerah pun berhak mendapat informasi dan membahas hal-hal yang terkait lembaga kepresidenan." Masalah kepresidenan bukan hanya milik orang Jakarta, tetapi orang daerah juga berhak membicarakannnya," ungkap Andi. Selain itu, menurut Andi, "Malili ini penuh kenangan buat saya, karena di sini saya dibesarkan dan ditempa oleh yang saat ini menjabat bupati Luwu Timur, yakni Andi Marakarma.

Bupati Lutim Andi Hatta Marakarma menyambut gembira atas terpilihnya Malili sebagai daerah nomor tiga sebagai tempat peluncuran buku KM 0,0. " Tentu dengan pelaksanaan acara di daerah kami, secara otomatis kami juga terekspos. Selain itu penulis buku ini tak lain juga ponakan saya yang sejak kecil cukup bandel, namun sekarang menjadi kebanggaan bukan hanya kami, tapi tentu kebangaan kita semua, yang berkiprah sebagai Juru Bicara Presiden," kata Andi Hatta saat bercerita mengenang masa kecil Andi Mallarangeng.

Acara bedah buku kali ini dibahas oleh Dr. Kausar Baylusi (Dosen Ilmu Politik Unhas), Ramadhan Pohan (Pemimpin Redaksi harian Jurnal Nasional Jurnas), Andi Moch Yayat Pangerang (Budayawan) dan Moderator Sawedi (Comunity Relation PT.Inco). Yayat Pangerang yang memanggil Andi dengan sebutan Bung Kumis, mengatakan bahwa Andi memiliki cita rasa estetika yang lumayan baik. "Dari 66 tulisan pendek dalam buku ini, 10 tulisan diantaranya mengutip syair-syair lagu dari berbagai jenis sebagai inspirasi, seperti lagu perjuangan, lagu Latin, lagu daerah, bahkan lagu Pramuka," kata Yayat. Dengan demikian, lanjut Yayat bisa disimpulkanbahwa Bung Kumis masih suka menyanyi , sepertinya halnya Presiden kita, SBY," katanya.

Di Malili, Andi hadir bersama istrinya, Vitri Mallarangeng. Rencananya setelah Malili, buku ini juga akan dibahas di beberapa kota, seperti Surabaya, Bandung, dan Medan. (win)

 

Link Terkait: