Berita Utama
Senin, 19 November 2007, 22:28:40 WIB
Presiden: Indonesia Terus Dorong Proses Demokratisasi Myanmar
Singapura: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hari Senin (19/11) malam mengikuti acara jamuan santap malam bersama para pemimpin ASEAN, di Waterfall Terrace, Hotel Shangri-La, Singapura. Semua pemimpin Negara anggota ASEAN hadir, tetapi PM Myanmar, PM Thein Sein yang meniggalkan tempat seusi dinner.Usai mengikuti working dinner, kepada wartawan Presiden SBY menjelaskan, bahwa dalam acara itu semua pemimpin ASEAN ikut mendikusikan masalah Myamar, dan itu adalah hampir menjadi isu utama yang dibahas. “PM Myanmar tidak hadir karena beliau memilih tidak hadir, dan dengan alasan ini inilah yang kita bicarakan menyangkut masalah Myanmar,” kata Presiden.
Menurut SBY, Indonesia akan terus mendorong proses demokratisasi di Myanmar, dan Indonesia faham bahwa proses demokrasitsi itu mesti dilaskanakan tanpa mengganggu persatuan dan kesatuan nasinonal Myamnar. “Oleh karena itu Indonesia memandang bahwa peran yang paling baik untuk kita kontribusikan kepada Myanmar adalah Indonesia terus mendorong agar tujuh langkah road map menuju demokratisasi bisa terlaskana, dengan time table yang sudah ada, termasuk mengajak serta semua, serta dialog dan komunikasi dijalankan terus. Dengan demikah apa yang telah diinginkan bersama benar-benar dapat terwujud,” kata Presiden kepada wartawan Indonesia yang meliput KTT ke 13 ASEAN di Singapura.
Sebelumnya, dalam acara Informal Working Dinner itu, para pemimpin negara-negara ASEAN sepakat mengeluarkan pernyataan yang isinya antara lain menyatakan bahwa pemerintah Myanmar perlu melanjutkan kerjasamanya dengan PBB untuk beberapa hal, antara lain membuka suatu dialog dengan Aung San Suu Kyi dan National League untuk Democracy (NLD), dan menyertakan Utusan Khusus Sekjen PBB, Ibrahim Gambari di dalam proses ini; mengurangi pembatasan-pembatasan terhadap Aung San Suu Kyi dan melepaskan para orang tahanan politik, menjadikan masalah ini sebagai masa transisi untuk mencapai demokratisasi, serta mengurangi berbagai kesulitan ekonomi yang dihadapi rakyat Myanmar. (nas)



