Berita Utama

Indonesia Diundang Hadiri Konferensi Perdamaian Timur Tengah

Jubir Presiden Bidang Luar Negeri, Dino Patti Djalal sedang memberi keterangan kepada wartawan, di Hotel Shangri-La, Singapura. (foto: cahyo/presidensby.info)
Jubir Presiden Bidang Luar Negeri, Dino Patti Djalal sedang memberi keterangan kepada wartawan, di Hotel Shangri-La, Singapura. (foto: cahyo/presidensby.info)
Singapura: Hari ini, Selasa (20/11) pemerintah Indonesia telah menerima secara resmi undangan dari pemerintah AS untuk menghadiri pertemuan perdamaian Timur Tengah di Annapolis, Maryland. Konferensi perdamaian Timur Tengah itu akan dimulai tanggal 26 November mendatang, kata Jubir Presiden Bidang Luar Negeri, Dino Patti Djalal kepada wartawan di Singapura, Selasa (20/11) sore.

"Kita juga menerima ajakan dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas waktu beliau berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu, agar Indonesia bisa ikut dalam konferensi perdamaian Timur Tengah yang sangat penting ini. Dan hari ini kita menerima kabar bahwa Indonesia telah diundang. Waktunya sangat dekat, yaitu dimulai tanggal 26 November 2008, kata Dino.

"Kita tentu akan menghadirinya, bersama dengan negara-negara lainnya termasuk quartet dan negara-negara lainnya. Dengan berjalannya konferensi ini dapat diasumsikan bahwa tim negosiator Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan PM Israel Ehud Olmert telah berjalan dengan baik untuk membahas hal-hal substantif yang diharapkan dapat dilaporkan dan dibahas lebih lanjut dalam konferensi tersebut," tambahnya.

Saat berkunjung ke Jakarta, lanjut Dino, Presiden Mahmoud Abbas menyatakan bahwa isu-isu substantif yang perlu dibahas itu antara lain menyangkut masalah Yerussalem, masalah perbatasan, masalah pengungsi Palestina dan masalah air. Kita berharap hal ini akan dapat mendongkrak terjadinya proses perdamaian yang baru di Timur Tengah. Sebab dunia memang sangat mengharapkan adanya terobosan baru dalam suatu situasi konflik yang beberapa tahun ini mengalami kemandegan," kata Dino Patti Djalal. (nas)