Berita Utama

Usai Mengikuti KTT ASEAN di Singapura

Presiden Kembali ke Tanah Air

Presiden SBY dan Ibu Negara foto bersama siswa Sekolah Indoesia di Singapura, di hotel Raffles Singapura, hari Kamis (22/11) siang, sebelum bertolak ke Jakarta usai mengikuti KTT ASEAN. (foto: cahyo/presidensby.info)
Presiden SBY dan Ibu Negara foto bersama siswa Sekolah Indoesia di Singapura, di hotel Raffles Singapura, hari Kamis (22/11) siang, sebelum bertolak ke Jakarta usai mengikuti KTT ASEAN. (foto: cahyo/presidensby.info)
Singapura: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ibu Negara dan rombongan, hari Kamis (22/11) siang kembali ke Jakarta, setelah 4 hari berada di Singapura untuk menghadiri KTT ke 13 ASEAN di Singapura. Selama tiga hari sejak tanggal 19 November, berbagai forum dan pertemuan telah dilakukan Presiden dengan jadwal yang ketat berhimpitan. Beruntung serangkaian acara itu hampir semuanya dilakukan di Hotel Shangri-La Singapura.

“Apa yang kita lakukan selama di Singapura ini, termasuk hasil yang kita capai serta langkah ke depan yang mesti kita lakukan, semua berkaitan dengan kerjasama kawasan ASEAN maupun kerjasama komunitas Asia Timur,” kata Presiden SBY hari Kamis (22/11) siang kepada wartawan di Hotel Raffles The Plaza, sesaat sebelum berangkat ke Bandara Internasional Changi untuk kemudian kembali ke tanah air.

Sejak tiba di Singapura hari Senin (19/11), Presiden langsung disambut dengan acara pertemuan puncak kerjasama sub kawasan, yaitu BIMP - EAGA (Brunei, Indonesia, Malaysia dan Pilipina – Area Pertumbuhan Asia Timur), dilanjutkan dengan pertemuan puncak IMT – GT (Segitiga Pertumbuhan Indonesia – Malaysia – Thailand). Malam harinya Presiden mengikuti Working Dinner untuk membahas isu kawasan, terutama masalah Myanmar.

Pada hari kedua, Selasa (20/11), Presiden mengikuti pertemuan puncak ASEAN yang diikuti sepuluh negara anggotanya, masing-masing Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Kamboja, Vietnam, Laos, Filipina, Myanmar, dan Indonesia. Siang hari, Presiden mengikuti pertemuan puncak ASEAN + 3 (Jepang, China dan Korea Selatan), dilanjutkan dengan serangkaian acara pertemuan puncak, masing-masing ASEAN + China, ASEAN + Jepang, ASEAN + Korsel, ASEAN + India, disusul dengan pertemuan puncak Asia Timur yang terdiri dari sepuluh negara anggota ASEAN ditambah Jepang, China, Korea Selatan, India, Australia dan Selandia Baru.

Selain mengikuti pertemuan-pertemuan puncak itu, Presiden SBY juga mengadakan pertemuan bilateral dengan PM Singapura Lee Hsien Loong. Kemudian bertemu dengan PM Myanmar Jenderal Thein Sein, juga bertemu PM China Wen Jiabao, serta PM Jepang Yasuo Fukuda, serta berbincang dengan PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi.

Usai memberi keterangan kepada wartawan, rombongan Presiden segera menuju ke Bandara Internasional Changi. Pukul 14.45 waktu setempat atau 13.45 WIB, pesawat kepresidenan Boeing 737-500 milik Garuda lepas landas dari Bandara Internasional Changi, dilepas oleh Dubes RI untuk Singapura Wardana dan istri. Dalam rombongan Presiden, antara lain, tampak Menko Perekonomian Boediono, Mensesneg Hatta Radjasa, Menteri Perdagangan Mari E. Pangestu, Mantan Menlu Ali Alatas, Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto, Kepala BKPM M. Luthfi, Dubes RI untuk Singapura Wardana, Karumga Istana Ahmad Rusdi, Sesmil Bambang Soetedjo, serta dua Jubir Presiden, Andi Mallarangeng dan Dino Patti Djalal.

Setelah terbang sekitar 80 menit, pukul 15.00 WIB pesawat mendarat Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Tampak menyambut kedatangan Presiden, antara lain, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi. (nas)