Berita Utama
Jumat, 23 November 2007, 12:06:35 WIB
Pertemuan Bilateral Indonesia-Uni Eropa
Bahas Masalah Bilateral, Regional, dan Internasional
Presiden SBY dan Presiden Uni Eropa Jose Manuel Barroso dalam konferensi pers bersama, usai keduanya melakukan pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jumat (23/11) pagi. (foto: abror/presidensby.info)
Khusus soal kerjasama ekonomi, dibahas masalah perdagangan dan investasi antara Indonesia-Uni Eropa. “Di bidang perdagangan dan investasi, kami melihat progress. Tahun lalu sebesar 18 miliar dolar AS dengan kenaikan sekitar 15 persen,” Presiden SBY menjelaskan dalam konferensi pers bersama, usai pertemuan bilateral. Masalah perdagangan dan investasi ini, lanjut SBY, bisa lebih ditingkatkan lagi oleh kedua belah pihak.
Forestry management juga menjadi salah satu topik yang dibicarakan oleh pihak Indonesia dan Uni Eropa. "Langkah yang sangat serius dilaksanakan oleh Indonesia, mudah-mudahan betul-betul efektif di waktu yang akan datang, karena dengan pengelolaan hutan yang Indonesia tengah tingkatkan akan banyak sekali menyerap karbon yang akan menyelamatkan bumi dari global warming," kata SBY.
Pada kesempatan itu, Presiden SBY dan Presiden UE Barroso sepakat bahwa konferensi PBB mengenai climate change di Bali, Desember nanti, sangat penting. Keduanya mengimbau masyarakat internasional turut mensukseskan konferensi tersebut. “Untuk membangun semacam roadmap bagaimana kita punya framework of cooperation pasca Kyoto Protocol yang lebih realistik, lebih baik, sehingga bumi kita akan selamat di waktu yang akan datang,” Presiden SBY menambahkan.
Mengenai situasi kawasan, kedua pemimpin antara lain membahas krisis di Myanmar. Presiden SBY menjelaskan, Indonesia berharap dapat terus melakukan hubungan dengan Myanmar agar transisi demokrasi bisa berjalan baik. "Sesuai dengan roadmap yang sudah ditetapkan (Myanmar) sendiri. Dengan demikian apa yang diharapkan oleh masyarakat dunia dan masyarakat Myanmar dapat diwujudkan," jelas SBY.
Dalam persoalan Timur Tengah, Presiden SBY menjelaskan, posisi Indonesia sudah sangat jelas. “Kita mendorong segera terwujudnya Palestina yang merdeka dengan konsep two state solutions, yang akhirnya bisa mengakhiri konflik yang sudah lama terjadi di kawasan itu," papar SBY.
Mengenai Timur Leste, Presiden SBY menerangkan bahwa Indonesia terus membangun kerjasama erat dengan Timor Leste untuk menuju nation building dan national development. Tanpa mencampuri urusan dalam negeri Timor Leste. (mit)



