Berita Utama
Jumat, 23 November 2007, 17:21:21 WIB
Ratas Bahas Kenaikan Harga Minyak
Jakarta: Menyikapi perkembangan harga minyak dunia yang terus meroket, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memimpin ratas membahas mengenal hal itu di Kantor Presiden, Jumat (23/11) sore. Tadi masih merupakan pembicaraan awal, kata Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro kepada wartawan, usai mengikuti ratas.Purnomo menjelaskan, ratas yang baru saja berlangsung masih merupakan pembicaraan awal. “Tadi membahas perkembangan harga minyak sekarang dan situasinya seperti apa. Tadi merupakan pembicaraan awal, baik dari sisi pendapatan maupun dari sisi pengeluaran, dan bagaimana langkah-langkah ke depan kita. Solusinya seperti apa, tapi tadi belum final, karena akan dilanjutkan minggu depan dengan beberapa pertemuan lagi,” kata Purnomo.
Pemerintah, lanjut Purnomo, membahas opsi-opsi dari sisi pendapatan dan pengeluaran, menyusul kenaikan harga minyak dunia tersebut. “Tentunya bagaimana kita bisa meningkatkan pendapatan, kemudian bagaimana kita bisa menekan pengeluaran, terutama subsidi yang besar. Hitungan subsidi BBM Rp 87 triliun dari sebelumnya Rp 55 tirliun, dan subsidi listrik meningkat dari Rp 34 triliun menjadi Rp 42 triliun sampai tahun 2007. Kita melihat cukup aman sampai akhir tahun ini, karena antara kenaikan pendapatan dan kenaikan pengeluaran itu masih balance, dan defisitnya masih di bawah 3 persen,” Purnomo menambahkan.
Ratas tersebut dihadiri oleh, antara lain, Menko Perekonomian Boediono, Menkeu Sri Mulyani, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Mensesneg Hatta Rajasa, Kepala Bapenas Pazkah Suzetta, dan Jubir Presiden, Andi Mallarangeng. (nnf)



